Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Raja Ariza saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kepulauan Riau yang dilaksanakan di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa (17/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kepri, serta berbagai pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam pelaksanaan sensus ekonomi tahun depan.
Dalam kegiatan itu, Raja Ariza didampingi Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang Riono.
Menurut Raja Ariza, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis yang memiliki peran penting dalam memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), usaha menengah dan besar, hingga berbagai aktivitas ekonomi baru yang berkembang di tengah masyarakat.
Karena itu, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
“Pemerintah Kota Tanjungpinang menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pencanangan dan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Khusus di Kota Tanjungpinang, telah tersedia 151 petugas sensus yang telah terverifikasi oleh BPS dan siap melaksanakan tugas pendataan di lapangan,” ujar Raja Ariza.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BPS untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan sensus dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang berkualitas.
Menurutnya, data ekonomi yang akurat sangat dibutuhkan sebagai dasar dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, memperkuat sektor UMKM, dan menciptakan lapangan kerja.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar data ekonomi yang dihasilkan benar-benar akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” katanya.
Raja Ariza juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik yang bergerak di sektor perdagangan, jasa, industri, maupun usaha berbasis digital, untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang dibutuhkan petugas.
Ia menilai keterbukaan masyarakat dalam memberikan data akan membantu pemerintah memahami perkembangan ekonomi secara lebih komprehensif sehingga kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga menjelaskan bahwa berbagai persiapan menuju pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dilakukan secara bertahap, termasuk penguatan sumber daya manusia dan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Toto, Provinsi Kepulauan Riau telah menyiapkan sebanyak 1.589 petugas sensus yang akan bertugas di seluruh kabupaten dan kota.
Jumlah tersebut terdiri atas 852 petugas di Kota Batam, 209 petugas di Kabupaten Karimun, 151 petugas di Kota Tanjungpinang, 137 petugas di Kabupaten Bintan, 95 petugas di Kabupaten Natuna, 92 petugas di Kabupaten Lingga, dan 53 petugas di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Seluruh petugas akan mengikuti pelatihan pada minggu pertama dan kedua Juli 2026 melalui metode blended learning, yaitu kombinasi pembelajaran daring dan luring selama enam hari,” ujar Toto.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan memastikan seluruh petugas memahami metode pendataan, penggunaan aplikasi digital, serta standar kualitas data yang ditetapkan BPS.
Selain menyiapkan petugas, BPS Kepri juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha melalui berbagai media komunikasi.
Toto menyebutkan hingga saat ini telah dilaksanakan 130 kegiatan sosialisasi yang diikuti 8.076 peserta di berbagai wilayah Kepulauan Riau. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan videotron, spanduk, banner, media digital, hingga pertemuan tatap muka.
Di samping itu, BPS juga menggelar kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) yang telah dilaksanakan sebanyak 53 kali dengan melibatkan 1.134 peserta dari kalangan pelaku usaha besar dan menengah.
Menurut Toto, rangkaian sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sensus ekonomi serta mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam proses pendataan.
Melalui pencanangan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif.
Data tersebut nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, sehingga program yang dirancang dapat lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.








