Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menekankan pentingnya peran paguyuban dalam memperkuat persatuan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Keberadaan paguyuban diharapkan turut melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Lis saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Paguyuban Jawa Mandiri Serantau (PAJAMAS) di Jalan RH Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (11/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lis menyampaikan bahwa paguyuban memiliki peran penting sebagai ruang untuk merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Ikatan yang terbangun melalui organisasi diharapkan dapat memperkuat kerukunan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Paguyuban harus menjadi wadah pemersatu yang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Melalui kebersamaan ini, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Tanjungpinang,” ujar Lis.
Pesan tersebut menempatkan kebersamaan sebagai modal untuk memperluas peran paguyuban. Hubungan antaranggota yang terjaga diharapkan menjadi dasar bagi tumbuhnya kerja sama dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, dan berbagai aktivitas yang mendukung kemajuan daerah.
Bagi Lis, peringatan ulang tahun juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen anggota dalam menjaga kekompakan. Semangat persaudaraan yang telah dibangun perlu terus dirawat agar keberadaan PAJAMAS semakin memberikan manfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Lis mengatakan, masyarakat Jawa merupakan bagian dari keberagaman penduduk Tanjungpinang yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan. Potensi itu perlu diwujudkan melalui kegiatan produktif yang melibatkan anggota paguyuban.
Karena itu, ia mendorong agar hubungan yang terjalin di dalam organisasi dapat berkembang menjadi gerakan bersama. Pertemuan dan silaturahmi diharapkan menjadi awal untuk menghadirkan kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Keberadaan paguyuban hendaknya tidak hanya sebatas berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga mampu menggerakkan anggotanya untuk melakukan kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai hal positif yang dirasakan langsung manfaatnya,” katanya.
Arahan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan aktif anggota dalam menjalankan peran sosial organisasi. Kebersamaan di dalam paguyuban diharapkan dapat mendorong anggota untuk saling mendukung sekaligus memperluas kepedulian kepada masyarakat di sekitarnya.
Dengan demikian, silaturahmi yang terbangun memiliki kesinambungan melalui kegiatan bersama. Semangat saling membantu dan berpartisipasi menjadi bagian dari kontribusi yang diharapkan tumbuh dari keberadaan PAJAMAS di Kota Tanjungpinang.
Selain menyoroti peran sosial paguyuban, Lis juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi milenial. Menurutnya, generasi muda memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Keterlibatan tersebut diharapkan membuka ruang bagi munculnya gagasan kreatif. Generasi muda juga didorong untuk memanfaatkan kemampuan di bidang teknologi digital dalam mendukung kegiatan paguyuban dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Manfaatkan teknologi digital untuk hal-hal positif, mengembangkan kreativitas, memperkenalkan budaya, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lis.
Dalam pesannya, pemanfaatan teknologi berkaitan dengan upaya memperluas jangkauan kegiatan sosial serta pengenalan budaya. Perkembangan digital diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam organisasi.
Dorongan tersebut juga memperlihatkan pentingnya memberi ruang bagi kreativitas anggota muda. Keberlanjutan paguyuban membutuhkan partisipasi mereka agar nilai persaudaraan dan kebersamaan dapat terus dijaga seiring perubahan zaman.
Pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas menjadi bagian dari peran yang diharapkan berjalan bersama. Melalui keterlibatan generasi muda, paguyuban diharapkan tetap mampu menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Lis berharap, usia ke-11 PAJAMAS menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan seluruh anggota. Ia juga mengajak paguyuban untuk terus menjaga kerukunan dan mengambil bagian dalam pembangunan Kota Tanjungpinang.
Harapan itu sejalan dengan pesan tentang pentingnya kontribusi masyarakat melalui organisasi. Dengan persaudaraan yang kuat, paguyuban diharapkan dapat menjadi ruang bagi anggotanya untuk berkembang, berpartisipasi, dan memberikan manfaat secara bersama-sama.
“Semoga PAJAMAS semakin solid, terus menjaga kerukunan, dan menjadi bagian dari masyarakat yang bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang menjadi lebih baik,” katanya.
Peringatan HUT ke-11 PAJAMAS menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan nilai persaudaraan, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan harapan agar paguyuban semakin aktif dalam kehidupan masyarakat.
Melalui peringatan ini, pesan yang mengemuka adalah perlunya menjaga hubungan baik antaranggota sekaligus memperluas manfaat organisasi. Kekompakan diharapkan dapat diwujudkan dalam partisipasi nyata, baik melalui kegiatan sosial maupun upaya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Letkol Laut (KH) Abdur Rokhim Hadi Anwar, yang dikenal sebagai Ustaz Blangkon Loreng.
Tausiah tersebut menjadi bagian dari peringatan ulang tahun yang mempertemukan semangat silaturahmi dengan penguatan nilai kebersamaan. Memasuki usia ke-11, PAJAMAS diharapkan terus merawat persaudaraan dan mengembangkan perannya sebagai wadah pemersatu masyarakat.















