Ikan Tangkapan Nelayan Lebak Tembus Ekspor, Perputaran Uang Capai Rp5 Miliar per Bulan

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Produksi ikan tangkap nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kini berhasil menembus pasar ekspor. Komoditas unggulan tersebut didominasi ikan pelagis besar yang dikenal memiliki kualitas terbaik di Indonesia.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, mengatakan jenis ikan yang diekspor antara lain tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, hingga wahoo. Harga jualnya bervariasi, berkisar antara Rp30.000 hingga Rp95.000 per kilogram.

“Ikan-ikan pelagis besar ini umumnya diekspor ke luar negeri melalui perusahaan yang berbasis di Jakarta,” ujar Rizal, Minggu (3/5/2026).

Menurut dia, kualitas ikan dari perairan selatan Lebak tergolong unggul karena berasal dari Samudera Hindia yang memiliki kedalaman tinggi. Kondisi tersebut membuat ikan memiliki kandungan gizi dan kualitas daging yang lebih baik dibandingkan wilayah perairan lain.

Meski demikian, Rizal mengakui aktivitas melaut nelayan tidak selalu berjalan stabil. Dalam beberapa bulan tertentu, nelayan terpaksa tidak melaut akibat cuaca buruk yang kerap melanda wilayah perairan selatan.

“Kita memiliki potensi besar untuk tangkapan ikan pelagis. Namun, dalam setahun ada periode di mana nelayan tidak melaut karena faktor cuaca, berbeda dengan perairan Banten bagian utara,” katanya.

Dari sisi ekonomi, sektor perikanan tangkap di Lebak memberikan kontribusi signifikan. Berdasarkan data Tempat Pelelangan Ikan (TPI), nilai transaksi hasil tangkapan nelayan mencapai sekitar Rp5 miliar per bulan atau Rp60 miliar per tahun.

Saat ini, jumlah nelayan aktif di pesisir selatan Lebak tercatat sebanyak 4.462 orang. Mereka didukung oleh 216 unit kapal berukuran 11–20 gross ton (GT) yang beroperasi di 11 TPI, dengan total produksi tangkapan mencapai sekitar 7.000 ton per tahun.

Rizal menjelaskan, ikan pelagis besar memiliki karakter hidup bergerombol dan bermigrasi. Selain itu, jenis ikan ini mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuhnya serta memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga diminati pasar ekspor.

“Kami mendorong nelayan untuk terus meningkatkan produksi tangkapan ikan pelagis guna meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Suryadi (50), nelayan di TPI Binuangeun, mengaku pendapatannya meningkat sejak menangkap ikan pelagis seperti layur dan tuna. Hasil tangkapannya rutin dibeli oleh perusahaan untuk kebutuhan ekspor.

“Sekarang hasil tangkapan kami langsung ditampung perusahaan dari Jakarta untuk diekspor, jadi sangat membantu ekonomi,” kata Suryadi.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Wading. Ia mengatakan sebagian besar hasil tangkapan anggota koperasi telah menembus pasar ekspor dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan.

“Anggota kami ratusan nelayan, dan kehidupan mereka cukup sejahtera dari hasil tangkapan ikan pelagis ini,” ujar Wading.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *