Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Festival Kopi Merdeka (FKM) 2026 tidak hanya menyajikan beragam produk kopi, tetapi juga menghadirkan sejumlah kegiatan kreatif, salah satunya lomba Fashion Kopi Merdeka.
Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Merdeka, kawasan Kota Lama, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, itu diikuti sekitar 100 model dari kategori anak-anak hingga remaja.
Dalam perlombaan tersebut, para peserta menampilkan kemampuan berjalan di atas panggung dengan mengenakan busana dari dua kategori, yakni Busana Adat Nusantara dan Etnik Modern.
Untuk memberikan penilaian secara profesional, panitia menghadirkan sejumlah dewan juri yang berpengalaman di bidang mode dan modeling. Salah satunya adalah model senior asal Kepulauan Riau, Iyut Mustafa.
Iyut mengatakan, penilaian terhadap peserta tidak hanya didasarkan pada kemampuan berjalan di atas panggung atau catwalk, tetapi juga mencakup keserasian busana, ekspresi, serta pemahaman terhadap pakaian adat yang dikenakan.
“Kriteria penilaian meliputi keserasian dan keindahan busana, teknik berjalan atau catwalk, kepercayaan diri dan ekspresi, kesesuaian tata rias dan aksesori, serta adab dan aturan dalam mengenakan pakaian warisan,” kata Iyut, Senin (24/8/2026).
Menurut Iyut, setiap peserta mampu menampilkan karakter dan kreativitas masing-masing. Busana yang dikenakan juga memperlihatkan keberagaman budaya Nusantara yang dipadukan dengan sentuhan modern.
Ia menilai, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Iyut merupakan salah satu figur yang telah lama berkecimpung dalam dunia modeling. Ia tercatat pernah meraih sejumlah prestasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan fesyen tingkat daerah maupun nasional.
Beberapa pencapaiannya antara lain menjadi runner-up Model Indonesia 2007 dan Ratu Persahabatan Model Indonesia 2007. Ia juga pernah menjadi model untuk Ram Sarwigo serta Bayu Ramli Agency Modeling and Designer pada 2008.
Selain itu, Iyut pernah terlibat sebagai ikon Batik Tikar pada 2012–2017, tampil dalam Enchanted Love Bazaar Wedding Exhibition 2012, serta mengikuti salah satu pameran fesyen premium di Asia pada 2013.
Ia juga pernah menyandang predikat Model Kepulauan Riau 2012 dan Duta Wisata Bintan 2014.
Iyut mengaku bersyukur kembali mendapatkan kesempatan berkontribusi dalam kegiatan yang memberi ruang kepada generasi muda Kepulauan Riau untuk menunjukkan bakatnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada panitia Festival Kopi Merdeka dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau karena telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi salah satu dewan juri.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pariwisata atas dukungan, kepercayaan, dan kesempatan yang diberikan sehingga rangkaian Lomba Fashion Show Festival Kopi Merdeka pada 21–23 Agustus 2026 dapat terlaksana dengan baik dan penuh semangat,” ujar Iyut.
Iyut yang merupakan keponakan almarhum Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepulauan Riau, juga mengapresiasi keberanian seluruh peserta yang tampil dalam perlombaan tersebut.
Menurut dia, setiap peserta telah menunjukkan kreativitas, kepercayaan diri, dan karakter yang membuat perlombaan berlangsung semarak.
“Kalian bukan hanya peserta, tetapi juga menjadi bagian penting dari kesuksesan acara ini. Selamat kepada para juara dan seluruh finalis,” katanya.
Ia berharap pencapaian para pemenang dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi dalam dunia fesyen dan modeling.
Sementara itu, kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara, Iyut berpesan agar mereka tidak berkecil hati dan tetap berani mengejar cita-cita.
Menurut dia, keberanian tampil di atas panggung merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti berbagai kegiatan pada masa mendatang.
“Bagi seluruh peserta yang belum mendapatkan kesempatan menjadi juara, jangan pernah berhenti bermimpi. Setiap langkah di atas panggung adalah pengalaman berharga yang akan menjadi bekal untuk perjalanan kalian berikutnya,” ujarnya.
Iyut mengajak generasi muda untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik daerah melalui kreativitas serta prestasi.
“Mari terus berkarya, terus berprestasi, dan bersama-sama membawa nama baik daerah melalui kreativitas dan talenta generasi muda,” pungkasnya.














