Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang meminta para pelaku usaha otak-otak menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan dalam setiap tahapan produksi.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan antara pelaku usaha otak-otak dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan itu melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang.
Diskusi membahas penggunaan bahan baku, kebersihan tempat dan peralatan produksi, penyimpanan, hingga pengemasan produk.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Muhammad Endy Febri, mengatakan pertemuan tersebut digelar atas arahan Wali Kota Tanjungpinang.
Menurut Endy, pembinaan dilakukan untuk menjaga citra otak-otak sebagai salah satu produk kuliner unggulan dan daya tarik wisata di Tanjungpinang.
“Kami mengundang bapak dan ibu atas arahan Wali Kota Tanjungpinang untuk memastikan kualitas otak-otak sebagai salah satu produk unggulan daerah tetap terjaga dengan baik,” kata Endy.
Ia menilai kualitas rasa saja tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan konsumen. Pelaku usaha juga harus memperhatikan kebersihan dan keamanan produk, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan.
“Otak-otak Tanjungpinang merupakan produk unggulan kita. Agar mampu bersaing dan dipercaya konsumen, baik masyarakat lokal maupun wisatawan, kualitas rasa, kebersihan, dan higienitas harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Endy meminta pelaku usaha memperhatikan seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan ikan atau sotong, pengolahan adonan, kebersihan peralatan, penyimpanan, hingga kemasan yang digunakan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Raja Emi Trimasrura, mengingatkan pelaku usaha agar menggunakan bahan baku segar dan memeriksa masa kedaluwarsa setiap bahan tambahan.
Kebersihan tempat produksi dan peralatan, menurut dia, juga harus dijaga untuk mencegah kontaminasi yang dapat memengaruhi mutu serta keamanan produk.
“Pelaku usaha wajib menggunakan kemasan yang aman untuk pangan dan mencantumkan label secara jelas, termasuk komposisi serta tanggal produksi,” kata Raja Emi.
Ia mengatakan, standar keamanan pangan perlu diterapkan sejak proses produksi, penyimpanan, hingga produk sampai ke tangan konsumen.
Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, lanjutnya, akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala untuk memastikan produk otak-otak yang beredar memenuhi aspek kesehatan dan keamanan pangan.
“Kami dari Dinas Kesehatan akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkala, terutama berkaitan dengan keamanan pangan dan faktor kesehatan,” ujarnya.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Syarifah Zairina, mengatakan kualitas dan higienitas produk akan memengaruhi daya saing pelaku usaha.
Menurut dia, produk yang bersih dan aman dikonsumsi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan omzet pedagang.
“Mari bersama-sama menjaga kualitas kuliner otak-otak khas Tanjungpinang. Produk yang bersih dan higienis akan meningkatkan daya saing, menambah kepercayaan konsumen, dan berdampak pada peningkatan omzet pelaku usaha,” kata Syarifah.
Ia berharap pelaku usaha tidak mengabaikan kualitas produk karena pengalaman konsumen turut memengaruhi citra otak-otak Tanjungpinang sebagai kuliner khas daerah.
“Dengan menjaga kualitas, konsumen tidak dirugikan dan keluhan masyarakat dapat dicegah, terutama dari wisatawan yang datang ke Tanjungpinang,” ujarnya.
Salah seorang pedagang otak-otak mengapresiasi perhatian dan pembinaan yang diberikan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Ia berharap berbagai kendala yang dihadapi pedagang di lapangan dapat memperoleh solusi.
Pedagang tersebut mengakui ketersediaan ikan dan sotong segar menjadi salah satu tantangan dalam menjaga mutu produk.
“Kami akan berusaha sebaik mungkin menjaga kualitas produk. Namun, ada kalanya kami kurang teliti. Selain itu, saat ini bahan baku ikan maupun sotong segar juga cukup sulit diperoleh,” katanya.
Ia menyatakan para pedagang akan berupaya menerapkan arahan pemerintah, terutama terkait kebersihan, kesehatan, dan kualitas produk.
“Ke depan, kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik agar otak-otak Tanjungpinang tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.














