Jalur Hijau di Kalideres Dipenuhi Bangunan Liar, Warga Desak Pemkot Jakarta Barat Tertibkan dan Tata Ulang

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Kawasan jalur hijau di Jalan Hutan Jati Raya, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Kota Administrasi Jakarta Barat, kini memprihatinkan. Area yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau justru dipenuhi bangunan liar dan lapak barang rongsokan, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat.

Pantauan di lokasi, sejumlah kios berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah. Bangunan semi permanen tersebut diduga dikuasai oleh oknum tertentu dan dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi pribadi. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan tumpukan barang bekas yang menjadikan kawasan tersebut tampak semrawut.

Tak hanya itu, sebuah rumah Betawi yang dulunya menjadi ikon kebanggaan warga setempat kini terlihat rusak dan nyaris ambruk. Bangunan tersebut tidak lagi terawat, menambah kesan terbengkalai di kawasan yang seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman.

“Sebenarnya jalur hijau di sepanjang Jalan Hutan Jati Raya ini bisa menjadi ruang terbuka yang menarik jika ditata dengan baik. Sayangnya sekarang malah terlihat kumuh,” kata Mamat, warga Kalideres, saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Menurut dia, keberadaan bangunan liar di kawasan tersebut bukan hal baru. Ia menyebut, kios-kios itu sudah berdiri selama bertahun-tahun dan terus bertambah jumlahnya.

“Sudah hampir sepuluh tahun. Awalnya hanya beberapa kios, tapi lama-lama bertambah. Bahkan kami dengar kios itu dikontrakkan oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik kepada pedagang lain,” ujarnya.

Mamat menilai, kondisi tersebut terkesan dibiarkan oleh aparatur setempat, sehingga praktik penguasaan lahan terus berlangsung tanpa penertiban yang tegas. Ia pun mendesak pemerintah kota untuk segera mengambil langkah konkret.

“Tata ulang dan kembalikan fungsi taman atau jalur hijau untuk kepentingan masyarakat. Bongkar semua bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik negara. Jangan tebang pilih,” tegasnya.

Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya akan memperbaiki estetika kota, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi warga sekitar.

“Kalau kotanya rapi dan indah, tentu yang mendapat nama baik juga pemerintah setempat. Taman ini bisa jadi ruang interaksi warga,” katanya.

Hal senada disampaikan Saduni, warga Pegadungan lainnya. Ia mengaku mendukung penuh jika pemerintah melakukan penertiban dan penataan kawasan tersebut.

“Sebagai warga, kami pasti mendukung. Sekarang kondisinya kumuh karena banyak kios yang diduga dipelihara oleh oknum. Ini harus segera ditertibkan,” ujarnya.

Saduni berharap, lahan tersebut dapat dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi fasilitas seperti jalur jogging dan ruang terbuka hijau.

“Lebih baik dibangun jogging track atau taman yang bisa digunakan warga untuk berolahraga dan berinteraksi. Jangan sampai lahan milik pemerintah dikuasai oknum untuk keuntungan pribadi,” katanya.

Kondisi jalur hijau yang berubah fungsi menjadi kawasan kumuh ini menjadi perhatian warga. Mereka berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat segera melakukan penataan menyeluruh, sehingga kawasan tersebut kembali menjadi ruang terbuka yang nyaman, aman, dan layak digunakan masyarakat.

 

Penulis: Awal
Editor: Hengky

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed