Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara hybrid, Selasa (3/3/2026). Rakor berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Lantai 2 Kantor Wali Kota Tanjungpinang.
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, itu membahas perkembangan inflasi nasional serta langkah strategis pengendalian harga, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Dalam arahannya, Tomsi menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi tekanan inflasi selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri. Ia meminta seluruh daerah memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, serta daerah penghasil komoditas guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS), tren inflasi nasional dalam lima tahun terakhir relatif terkendali meskipun awal Ramadan berbeda setiap tahun dan memengaruhi inflasi bulanan.
Namun, pada minggu pertama Maret 2026 tercatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah provinsi. Kenaikan tersebut dipicu lonjakan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, daging ayam ras, dan beras, yang menjadi penyumbang utama tekanan inflasi menjelang dan setelah hari besar keagamaan.
Menanggapi hal itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, menyatakan rakor pengendalian inflasi menjadi forum penting untuk evaluasi dan penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat di semua tingkatan pemerintahan agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujar Elfiani.
Ia menegaskan, Pemko Tanjungpinang akan terus mengoptimalkan langkah antisipatif guna memastikan inflasi daerah tetap terkendali.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan dan pengawasan harga secara rutin, pengamanan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi bahan pangan, serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.
Pemkot juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan harga selama Ramadan hingga Idulfitri 2026, guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat








