Juara Umum POPDA X Kepri, Dispora Tanjungpinang Usulkan Bonus untuk Atlet dan Pelatih

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang mengusulkan pemberian bonus bagi atlet dan pelatih yang sukses mengantarkan kontingen Kota Tanjungpinang meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026.

Usulan tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Tanjungpinang untuk dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih para atlet dan pelatih.

Kepala Dispora Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, mengatakan besaran bonus masih menunggu rekapitulasi resmi perolehan medali seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada POPDA X Kepri.

Setelah data tersebut diterima, Dispora akan menghitung kebutuhan anggaran sebelum diajukan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk selanjutnya dibahas bersama DPRD dalam pembahasan APBD Perubahan.

“Kita usulkan kepada Pak Wali Kota untuk dianggarkan bonusnya melalui APBD Perubahan. Nanti jika disetujui, akan dibahas bersama DPRD,” kata Ruli, Kamis (9/7/2026).

Ruli menjelaskan, besaran bonus yang diusulkan kemungkinan akan mengacu pada skema penghargaan yang diberikan pada penyelenggaraan POPDA sebelumnya.

Pada POPDA terdahulu, atlet peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp1,5 juta, peraih medali perak Rp1 juta, dan peraih medali perunggu Rp750.000. Selain atlet, pelatih yang berperan dalam pembinaan hingga meraih prestasi juga memperoleh penghargaan dari pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik, apalagi kita berhasil menjadi juara umum,” ujarnya.

Menurut Ruli, keberhasilan menjadi juara umum merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan berbagai pihak yang selama ini berkomitmen membina olahraga pelajar di Kota Tanjungpinang.

Ia berharap penghargaan yang diberikan pemerintah dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Meski berhasil menjadi yang terbaik pada POPDA X Kepri, Ruli mengingatkan bahwa tantangan mempertahankan gelar juara umum pada penyelenggaraan berikutnya tidak akan mudah.

POPDA memiliki ketentuan batas usia peserta, sehingga sebagian atlet yang tampil pada tahun ini kemungkinan tidak lagi memenuhi syarat saat ajang serupa digelar di Kabupaten Natuna pada 2028.

“Mengingat POPDA memiliki batasan usia, kami harus melihat siapa saja yang masih bisa tampil pada 2028 dan siapa yang sudah tidak memenuhi syarat,” katanya.

Karena itu, Dispora akan mulai mempersiapkan regenerasi atlet melalui pembinaan usia dini agar prestasi olahraga pelajar Tanjungpinang tetap terjaga.

Menurut Ruli, proses pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak dini agar muncul atlet-atlet baru yang mampu melanjutkan prestasi para seniornya.

“Pembinaan harus dilakukan sejak sekarang agar mereka mampu melanjutkan prestasi kakaknya yang telah menyumbangkan medali emas bagi Tanjungpinang,” ujarnya.

Dispora juga akan terus memperkuat koordinasi dengan sekolah, pengurus cabang olahraga, serta pelatih dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga dominasi Kota Tanjungpinang pada ajang olahraga pelajar di tingkat Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *