Batam, Jurnalkota.co.id
Polda Kepulauan Riau (Kepri) memastikan pelaksanaan ibadah Jumat Agung 2026 di Kota Batam berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Sejak dini hari, aparat kepolisian telah melakukan sterilisasi dan pengamanan intensif di sejumlah gereja prioritas guna menjamin rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah.
Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 04.45 WIB, melibatkan personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kepri, pengamanan objek vital, hingga personel lalu lintas yang disiagakan di titik-titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama perayaan hari besar keagamaan tersebut.
Sejumlah gereja besar di Kota Batam menjadi fokus sterilisasi dan pengamanan, di antaranya Gereja Imanuel Batu Ampar, Gereja HKBP Lubuk Baja, Gereja HKBP Mahanaim Batu Aji, Gereja GBI Gedung Tabgha Batam Center, serta Gereja Santo Damian Bengkong. Di lokasi-lokasi tersebut, petugas melakukan penyisiran menyeluruh sebelum jemaat memasuki area ibadah.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei, menjelaskan bahwa kegiatan sterilisasi merupakan prosedur standar dalam setiap pengamanan hari besar keagamaan, khususnya untuk memastikan tidak adanya potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
“Personel Jibom dari Detasemen Gegana melaksanakan penyisiran secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar gereja. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan peralatan khusus serta didukung kendaraan taktis untuk memastikan lokasi ibadah benar-benar aman,” ujarnya.
Selain sterilisasi, pengamanan juga dilakukan secara terpadu melalui patroli dialogis di sekitar area gereja dan wilayah yang dianggap rawan. Polisi juga menjalin koordinasi aktif dengan pengurus gereja dan unsur pengamanan internal guna memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Di sisi lain, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) ditempatkan di sejumlah titik krusial untuk mengatur arus kendaraan. Hal ini dilakukan guna mencegah kemacetan sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaat yang datang untuk beribadah. Petugas juga terlihat membantu penyeberangan jemaat, terutama lansia dan anak-anak, sebagai bagian dari pelayanan humanis yang dikedepankan Polri.
Kehadiran aparat kepolisian di lapangan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan personel menjadi salah satu kunci dalam menciptakan suasana ibadah yang kondusif dan penuh kekhusyukan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan sterilisasi dan pengamanan berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ditemukan adanya benda mencurigakan yang mengarah pada bahan peledak maupun ancaman lainnya selama proses sterilisasi berlangsung.
Nona menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen menghadirkan rasa aman melalui langkah-langkah preventif yang terukur serta pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman melalui langkah preventif dan pelayanan humanis. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Lebih lanjut, Polda Kepri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian yang tersedia apabila membutuhkan bantuan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 yang aktif selama 24 jam atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps untuk menyampaikan pengaduan maupun laporan kejadian.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga lingkungan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan pengamanan yang maksimal dan sinergi antara aparat kepolisian, pengurus gereja, serta masyarakat, pelaksanaan ibadah Jumat Agung 2026 di Batam pun berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.








