Cilegon, Jurnalkota.co.id
Arus penyeberangan di kawasan Pelabuhan Merak dan sekitarnya terpantau aman dan lancar pada Sabtu (14/3/2026) malam.
Pemantauan dilakukan langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, bersama Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Direktur Eksekutif Regional 2 PT ASDP Vidon, General Manager ASDP Merak Umar Imran Batubara, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, serta sejumlah pejabat utama Polda Banten.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, hingga pukul 23.00 WIB, situasi di sejumlah pelabuhan di wilayah hukum Polda Banten masih dalam kondisi aman dan terkendali.
“Sampai dengan malam hari ini pukul 23.00 WIB, situasi di seluruh pelabuhan terpantau aman, lancar, dan kondusif. Aktivitas penyeberangan berjalan dengan baik dan terkendali,” ujar Hengki.
Ia menjelaskan, pengelolaan arus kendaraan menjelang Lebaran dilakukan dengan mekanisme berbeda dibandingkan hari biasa.
Jika kantong parkir di dalam kawasan Pelabuhan Merak, khususnya di dermaga 1 hingga 7, telah penuh, maka akan diterapkan mekanisme penyekatan di Cikuasa Atas serta pengalihan kendaraan menuju buffer zone atau kantong parkir yang telah disiapkan.
“Beberapa buffer zone disiapkan di Kilometer 43 dan Kilometer 68 serta kantong parkir di kawasan Indah Kiat,” kata Hengki.
Menurutnya, lokasi tersebut mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan dan merupakan bagian dari sistem pengaturan lalu lintas agar proses penyeberangan tetap berjalan tertib.
Selain itu, pengaturan lalu lintas juga dilakukan di Jalan Lingkar Selatan menuju Pelabuhan Ciwandan.
Kendaraan golongan 5 dan 6 diarahkan untuk menunggu di jalur yang telah disiapkan karena kapasitas area Pelabuhan Pelindo terbatas.
“Area Holcim mampu menampung sekitar 200 kendaraan dan area helipad sekitar 300 kendaraan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda dua, di kawasan Pelindo telah disiapkan tenda penampungan yang mampu menampung hingga 4.800 sepeda motor.
Apabila antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ciwandan melebihi sekitar 500 kendaraan, maka kendaraan tersebut akan diarahkan menunggu di jalur yang telah diatur sambil menunggu jadwal kapal dari ASDP.
Kapolda Banten juga menyebutkan, apabila terjadi kepadatan antrean kendaraan menuju Pulau Sumatera atau Provinsi Lampung, maka akan diberlakukan delay system.
Sistem ini dilakukan dengan mengarahkan kendaraan menuju buffer zone di KM 43 dan KM 68 hingga kondisi di pelabuhan kembali normal.
Selain itu, telah disiapkan kantong parkir khusus untuk kendaraan logistik golongan 7, 8, dan 9 di kawasan PT BAM yang mampu menampung hingga 4.000 kendaraan.
Sementara kapasitas di dalam Pelabuhan Bandar Bakau Jaya sekitar 1.600 kendaraan, dan hingga Sabtu malam baru terisi sekitar 50 persen atau sekitar 700 kendaraan.
Di akhir keterangannya, Hengki menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan selama pelaksanaan arus mudik Lebaran.
Selain pengamanan arus lalu lintas, polisi juga melakukan pengawasan terhadap potensi tindak kejahatan.
“Sebelum pelaksanaan arus mudik, Polda Banten berhasil menyita 15 kilogram narkotika jenis sabu serta senjata api yang dibawa dari Provinsi Lampung menuju Pelabuhan Merak. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan,” kata Hengki.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








