Lebak, Jurnalkota.co.id
Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki bersama Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki turun langsung ke lahan pertanian untuk melakukan penanaman jagung pada program perluasan areal tanam di Petak 1617, Kampung Cipancar, Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional.
Hadir Sejumlah Pimpinan Daerah
Penanaman jagung tersebut turut dihadiri para pejabat utama Polda Banten, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Dandim 0603/Lebak Letkol Inf Herbert Rony Parulian Sinaga, serta kelompok tani hutan Wana Sembada Lestari.
Mereka bersama-sama menanam bibit jagung sebagai simbol dimulainya perluasan lahan pertanian jagung di Kabupaten Lebak.
Langkah Nyata Mendukung Ketahanan Pangan
Kasihumas Polres Lebak, Iptu Aminarto, menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini bukan sebatas seremoni, melainkan bagian dari langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
“Harapannya, produktivitas jagung di Kabupaten Lebak semakin meningkat. Dengan begitu, kesejahteraan petani bisa terdongkrak, peluang usaha baru terbuka, dan perekonomian daerah lebih kuat,” ujarnya.
Penanaman di Lahan 724 Hektar
Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki menjelaskan, program perluasan areal tanam jagung di Lebak mencakup total 724 hektar. Pada tahap awal, penanaman dilakukan secara serentak di atas 103 hektar dengan bibit unggul NK212.
“Bibit maupun pupuk yang diberikan kepada kelompok tani merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten. Ini wujud komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Hengki.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Lebak. Oleh karena itu, kerja sama lintas instansi dalam pengembangan jagung menjadi kunci untuk meningkatkan taraf hidup petani.
“Jagung adalah salah satu komoditas unggulan yang potensinya sangat besar di Lebak. Dengan adanya dukungan Polri, TNI, dan Pemprov, saya yakin petani lebih bersemangat menggarap lahan dan hasil panen bisa maksimal,” ujar Amir.
Senada, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menyebut pihaknya terus mendorong pemanfaatan lahan tidur agar produktif. Menurutnya, program perluasan tanam jagung di Lebak akan menjadi contoh sinergi yang bisa direplikasi di daerah lain.
“Target kami bukan hanya meningkatkan produksi jagung untuk kebutuhan lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan provinsi dan mendukung suplai nasional. Dengan teknologi pertanian dan bibit unggul, hasil panen bisa jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Sinergi Polri dan Petani
Selain meningkatkan hasil pertanian, kehadiran Polri juga bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya. Dukungan yang diberikan bukan hanya berupa pengamanan, tetapi juga partisipasi langsung dalam kegiatan pertanian.
Ketua Kelompok Tani Hutan Wana Sembada Lestari, Sayuti, menyambut baik dukungan ini. Menurutnya, pendampingan pemerintah dan aparat akan semakin memotivasi petani untuk menggarap lahan secara optimal.
Dorongan untuk Ekonomi Daerah
Program perluasan jagung ini diharapkan memberi multiplier effect bagi masyarakat Lebak. Selain menyerap tenaga kerja lokal, hasil panen nantinya juga akan mendukung kebutuhan pangan sekaligus menjadi komoditas yang bisa memperkuat ekonomi desa.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor Polri, pemerintah, TNI, hingga kelompok tani Lebak diharapkan menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan Banten maupun nasional.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








