Kapolda Kepri Terima Audiensi Wiraraja, Bahas Pengamanan Investasi di Batam

Jasa Maklon Sabun

Batam, Jurnalkota.co.id

Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Suhendri menerima audiensi jajaran PT Galang Bumi Indonesia (Wiraraja) di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Mapolda Kepri, Kota Batam, Kamis (5/11/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran investasi di Kota Batam. Pembahasan mencakup rencana dukungan pengamanan, kebutuhan personel, fasilitas pendukung, hingga penyusunan perjanjian kerja sama (PKS).

Suhendri mengatakan, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha dan pembangunan daerah. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan perusahaan perlu dibangun agar kebutuhan pengamanan dapat dibahas secara terarah.

“Stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam mendukung keberlangsungan investasi. Karena itu, kami siap membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak perusahaan agar aktivitas investasi berjalan aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Suhendri.

Audiensi tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Kabid Propam Polda Kepri, Dirreskrimsus Polda Kepri, serta Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Polda Kepri.

Adapun jajaran perusahaan yang hadir yakni Presiden Direktur Akhmad Maruf Maulana, Direktur Tjay Hioeng, Head Legal Nursar Aswad, dan General Affair Rifki Setiawan Lubis.

Dalam pertemuan itu, Suhendri menyampaikan kesiapan Polda Kepri untuk membahas dukungan pengamanan terhadap aktivitas investasi Wiraraja. Kebutuhan pengamanan tersebut akan dibicarakan lebih lanjut, termasuk jumlah personel dan fasilitas yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.

Salah satu fasilitas yang turut dibahas ialah kemungkinan penyediaan asrama. Rencana tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan kebutuhan pendukung pengamanan yang perlu dimatangkan bersama pihak perusahaan.

Suhendri menekankan pentingnya kejelasan mekanisme kerja sama sebelum pelaksanaan pengamanan. Kesepakatan tersebut perlu mencakup kebutuhan di lapangan sekaligus pembagian tanggung jawab antara kepolisian dan perusahaan.

“Rencana dukungan pengamanan ini perlu dibahas secara teknis, mulai dari kebutuhan personel, fasilitas pendukung, hingga tanggung jawab masing-masing pihak. Seluruhnya perlu dirumuskan dengan jelas dalam perjanjian kerja sama sebagai dasar pelaksanaan pengamanan,” katanya.

Penyusunan PKS menjadi salah satu tindak lanjut yang dibicarakan dalam audiensi tersebut. Dokumen itu diharapkan memberikan dasar yang jelas bagi pelaksanaan kerja sama pengamanan di kawasan investasi.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo turut menegaskan perlunya pembahasan teknis untuk mematangkan rencana kerja sama. Menurut dia, mekanisme pelaksanaan dan kebutuhan pengamanan perlu disepakati secara jelas agar dukungan yang diberikan dapat berjalan optimal.

Pembahasan tersebut juga diperlukan untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak. Dengan adanya kesepahaman, pelaksanaan pengamanan diharapkan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kesepakatan yang dituangkan dalam PKS.

Sementara itu, jajaran Wiraraja menyampaikan rencana pengembangan investasi di sektor industri di Kota Batam. Perusahaan juga menyatakan kesiapan menyerahkan rencana tapak atau site plan beserta pemetaan kawasan kepada kepolisian.

Dokumen tersebut akan menjadi bahan pembahasan dalam menentukan kebutuhan pengamanan. Informasi mengenai kawasan yang akan dikembangkan diperlukan untuk mendukung pematangan rencana kerja sama antara kedua pihak.

Selain membahas pengembangan investasi, perusahaan menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Kontribusi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut meliputi santunan hari raya dan kegiatan sosial lainnya. Komitmen itu menjadi bagian dari pemaparan perusahaan mengenai keterlibatannya dalam mendukung masyarakat di sekitar kawasan.

Melalui audiensi ini, Polda Kepri berharap komunikasi dan koordinasi dengan Wiraraja dapat terus berlanjut. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti pembahasan teknis mengenai kebutuhan pengamanan aktivitas investasi perusahaan.

Stabilitas keamanan yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelancaran pengembangan investasi di Kota Batam. Berjalannya kegiatan usaha secara aman dan kondusif juga diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kepulauan Riau.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan kepolisian. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam dan dapat diakses tanpa biaya pulsa.

Jasa Maklon Skincare Tangerang Supplier Sabun Cair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *