Batam, Jurnalkota.co.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam terus memperkuat budaya komunikasi dan kolaborasi internal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan SANTAP (Sarapan, Ngopi, dan Tukar Pendapat) yang digagas Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, bersama seluruh jajaran pegawai.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Kelas IIA Batam, Jalan Trans Barelang, Kota Batam, Jumat (26/6/2026), tersebut dikemas dalam suasana santai namun tetap produktif. Melalui forum diskusi terbuka, seluruh pegawai diberikan kesempatan menyampaikan gagasan, masukan, kritik, maupun solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi organisasi.
Karutan Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo mengatakan, komunikasi yang terbuka menjadi salah satu kunci utama dalam membangun organisasi yang sehat, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Fajar, setiap pegawai memiliki pengalaman, pengetahuan, dan sudut pandang yang berbeda. Apabila seluruh potensi tersebut dihimpun dalam satu forum diskusi, maka akan lahir berbagai ide kreatif yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan kinerja organisasi.
“Kegiatan SANTAP ini kami hadirkan sebagai ruang komunikasi yang lebih cair antara pimpinan dan seluruh pegawai. Melalui forum seperti ini, semua dapat menyampaikan pendapat, memberikan masukan, maupun menawarkan inovasi demi kemajuan Rutan Batam,” ujar Fajar.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan semata, tetapi juga bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi positif.
Karena itu, budaya saling mendengar, berdiskusi, dan bekerja sama perlu terus dipupuk agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis sekaligus produktif.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan bersama. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan, penguatan sistem keamanan dan ketertiban, peningkatan disiplin kerja, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga upaya menciptakan lingkungan kerja yang semakin nyaman dan kondusif.
Berbagai usulan yang disampaikan pegawai menjadi bahan evaluasi bagi manajemen Rutan Batam untuk menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih efektif dan berorientasi pada pelayanan.
Fajar mengatakan, setiap masukan yang disampaikan pegawai akan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan tata kelola organisasi.
“Organisasi akan berkembang apabila setiap orang merasa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam proses perbaikan. Karena itu, kami ingin membangun budaya komunikasi yang sehat dan saling menghargai,” katanya.
Selain membahas persoalan teknis, forum SANTAP juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai.
Suasana santai yang dibangun melalui kegiatan sarapan dan ngopi bersama dinilai mampu menghilangkan sekat komunikasi antara pimpinan dan staf sehingga diskusi berlangsung lebih terbuka.
Menurut Fajar, kekompakan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pemasyarakatan yang memiliki tantangan cukup kompleks.
Dengan hubungan kerja yang harmonis, koordinasi antarbagian akan semakin baik sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
“Kami ingin seluruh pegawai merasa menjadi satu keluarga besar. Dengan kebersamaan yang kuat, pekerjaan akan terasa lebih ringan dan target organisasi lebih mudah dicapai,” ujarnya.
Kegiatan SANTAP juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus didorong Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yakni membangun birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui budaya diskusi yang konstruktif, diharapkan berbagai inovasi pelayanan dapat terus lahir dari para pegawai sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun warga binaan.
Di akhir kegiatan, Karutan Batam mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi.
Ia berharap forum SANTAP dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media komunikasi internal yang mampu memperkuat sinergi seluruh pegawai.
“Dengan komunikasi yang baik, kebersamaan yang kuat, dan semangat untuk terus belajar, saya yakin Rutan Batam akan semakin maju serta mampu memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas kepada masyarakat,” tutup Fajar.
Melalui kegiatan SANTAP, Rutan Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang terbuka terhadap perubahan, mendorong partisipasi seluruh pegawai, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, transparan, dan akuntabel.








