Lebak, Jurnalkota.co.id
Kelompok tani di Kabupaten Lebak, Banten, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, khususnya sektor pangan.
“Penyaluran alsintan ini untuk menunjang peningkatan produksi dan produktivitas dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional,” kata Rahmat di Lebak, Jumat (9/1/2026).
Bantuan dari Kementan yang disalurkan kepada kelompok tani di Lebak terdiri atas 23 unit traktor roda empat dan dua unit traktor rotavator crawler. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lebak juga menyalurkan 57 unit traktor roda dua.
Menurut Rahmat, seluruh bantuan tersebut telah diserahkan kepada kelompok tani sesuai dengan Surat Keputusan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
“Kami sudah menyerahkan bantuan itu kepada masing-masing kelompok tani sesuai CPCL,” ujarnya.
Rahmat menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kabupaten Lebak memiliki luas baku sawah sekitar 52.025 hektare. Selama ini, indeks pertanaman (IP) padi di wilayah tersebut mencapai tiga kali musim tanam dalam setahun.
Produksi beras di Kabupaten Lebak sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar 402.610 ton. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan kebutuhan konsumsi beras rata-rata 12.854 ton per bulan atau 154.253 ton per tahun, Lebak mengalami surplus beras yang signifikan.
“Penyerapan beras hingga Desember 2025 mencapai 141.399 ton, sehingga Kabupaten Lebak surplus 261.211 ton dan mencukupi kebutuhan hingga sekitar 20 bulan,” kata Rahmat.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan Kabupaten Lebak konsisten menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.
“Kami sudah beberapa tahun terakhir menjadi daerah surplus beras. Ini menjadi bukti nyata kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, para petani mengaku terbantu dengan adanya bantuan alsintan tersebut. Ahmad, petani asal Kecamatan Cibadak, mengatakan bantuan peralatan pertanian dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan intensitas tanam.
“Dengan adanya bantuan ini, kami bisa menghemat biaya dan meningkatkan indeks pertanaman dari dua menjadi tiga kali setahun. Ini tentu membuat kami semakin semangat bertani,” kata Ahmad.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














