Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Kemarau panjang yang melanda Kota Tanjungpinang mulai dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat. Di sejumlah wilayah, pasokan air bersih kian terbatas, bahkan sebagian warga harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak masyarakat melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan.
Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/3/2026) di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmat, mulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini akan melibatkan Pemko Tanjungpinang, Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, serta masyarakat umum.
Di tengah keterbatasan air, sebagian warga mulai merasakan perubahan dalam aktivitas sehari-hari. Seorang warga Kecamatan Tanjungpinang Timur, Siti (42), mengaku harus menampung air sejak dini hari untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.
“Sekarang air sering kecil, kadang bahkan tidak mengalir. Jadi kami harus simpan air di ember dan galon untuk masak dan mandi,” ujarnya.
Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena mulai menyulitkan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.
Hal serupa juga dirasakan Andi (35), warga Kecamatan Bukit Bestari. Ia mengatakan, distribusi air bersih tidak lagi stabil seperti biasanya.
“Kalau tidak dihemat, air cepat habis. Kami juga kadang harus beli air tambahan,” kata dia.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan upaya teknis, tetapi juga memperkuat ikhtiar batin.
“Di tengah kondisi kemarau yang kita rasakan saat ini, mari bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan dan diberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar Lis Darmansyah, Jumat (27/3/2026).
Menurut Lis Darmansyah, Salat Istisqa menjadi momentum kebersamaan sekaligus bentuk kepedulian sosial dalam menghadapi situasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan kita dalam menghadapi ujian. Kita berikhtiar secara lahir dan batin,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Salat Istisqa akan dipimpin oleh KH Najmuddin sebagai imam, sementara khutbah akan disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Dr H Erizal.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa pemerintah tetap menjalankan berbagai langkah konkret untuk mengatasi dampak kekeringan.
Salah satunya melalui distribusi air bersih ke wilayah terdampak, pemantauan sumber air, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk penyaluran air bersih kepada masyarakat. Namun di sisi lain, kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui Salat Istisqa dengan harapan kondisi segera membaik,” ujar Teguh.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung.
“Kami berharap masyarakat dapat menghemat penggunaan air dan saling peduli, terutama bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih,” katanya.
Ajakan Salat Istisqa ini diharapkan dapat menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan kemarau panjang.
Pemko Tanjungpinang pun berharap, dengan upaya yang dilakukan secara menyeluruh baik melalui langkah teknis maupun spiritual kondisi cuaca segera membaik dan ketersediaan air bersih kembali normal.








