Kunjungi Pulau Penyengat, Menteri PU Ziarahi Makam Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (29/8/2026).

Selain meninjau kebutuhan pembangunan infrastruktur, Dody berziarah ke makam sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga dan perkembangan kebudayaan Melayu.

Dalam kunjungan tersebut, Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Sejumlah situs yang dikunjungi meliputi Makam Raja Ali Haji, Makam Raja Haji Fisabilillah, Makam Engku Putri Raja Hamidah, Balai Adat Melayu, serta Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Menteri PU untuk melihat secara langsung kekayaan sejarah dan budaya di Pulau Penyengat. Selain berziarah, Dody meninjau sejumlah kawasan dan bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas pulau tersebut.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, Pulau Penyengat memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Melayu dan Kesultanan Riau-Lingga.

Karena itu, menurut Lis Darmansyah, pengembangan kawasan Pulau Penyengat harus tetap memperhatikan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang telah melekat di tengah masyarakat.

“Pulau Penyengat bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya sangat kuat. Banyak tokoh besar Melayu yang memiliki keterkaitan dengan pulau ini,” ujar Lis Darmansyah.

Raja Ali Haji merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah bahasa dan sastra Melayu. Namanya dikenal melalui berbagai karya, salah satunya Gurindam Dua Belas.

Sementara itu, Raja Haji Fisabilillah merupakan pahlawan nasional yang memiliki peran penting dalam perlawanan terhadap kolonialisme. Jejak sejarah para tokoh tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi.

Menurut Lis Darmansyah, Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya meningkatkan kualitas kawasan Pulau Penyengat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, serta penataan fasilitas pendukung wisata.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Dody juga meninjau Dermaga Pulau Penyengat yang dikenal masyarakat sebagai Pelantar Kuning. Dermaga tersebut merupakan salah satu akses utama yang digunakan masyarakat dan wisatawan untuk menuju Pulau Penyengat.

Pemerintah Kota Tanjungpinang menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut kepada Menteri PU.

Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Dody menyatakan pemerintah pusat akan berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan masing-masing kementerian.

“Kita akan bantu secara maksimal,” kata Dody.

Sebelumnya, Dody mengatakan akan mengoordinasikan persoalan Pelantar Kuning dengan Menteri Perhubungan. Koordinasi diperlukan karena fasilitas tersebut berkaitan dengan infrastruktur transportasi penyeberangan.

Pelantar Kuning terdapat di dua sisi, yakni di Kota Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Keberadaan kedua pelantar itu memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan.

Lis Darmansyah menyambut baik perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur di Pulau Penyengat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penataan kawasan bersejarah tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Menteri PU. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan bersama untuk Pulau Penyengat dapat segera diwujudkan,” ujar Lis Darmansyah.

Kunjungan Menteri PU tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian warisan sejarah.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor, Pulau Penyengat diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan tanpa kehilangan jati dirinya sebagai salah satu pusat peradaban Melayu.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *