Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mendorong pengelolaan wakaf di daerahnya tidak hanya berfokus pada aset keagamaan seperti masjid dan makam, tetapi juga dikembangkan menjadi wakaf produktif yang berdampak pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Lis Darmansyah saat melantik tujuh pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Tanjungpinang di Hotel Bintan Plaza, Senin (27/4/2026).
Dalam sambutannya, Lis Darmansyah mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Selamat bertugas, jadikan amanah ini sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan umat,” kata Lis Darmansyah.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, aset wakaf harus dikelola secara modern serta memiliki kepastian hukum yang kuat.
“Kelola harta wakaf secara profesional, jujur, transparan, dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004,” ujarnya.
Lis Darmansyah juga mendorong pengurus BWI untuk mengembangkan konsep wakaf produktif, termasuk wakaf uang yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat.
“Kembangkan potensi wakaf produktif, termasuk wakaf uang yang dapat menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat,” tutur Lis Darmansyah.
Sementara itu, Ketua BWI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau Huzaifa Dadang menilai potensi wakaf di daerah masih sangat besar, namun belum tergarap secara optimal. Ia menyebut pemahaman masyarakat tentang wakaf masih terbatas pada sektor tertentu.
“Selama ini wakaf hanya identik dengan masjid, madrasah, dan makam. Padahal potensi wakaf uang dan aset bergerak sangat besar,” katanya.
Dadang berharap pengurus BWI Kota Tanjungpinang dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program kerja. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan peran wakaf sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat.
“Dengan sinergi bersama pemerintah, potensi wakaf dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua BWI Kota Tanjungpinang Fadholi mengatakan pihaknya akan segera menyusun program kerja pasca-pelantikan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperluas sosialisasi wakaf uang kepada masyarakat.
“Kami akan segera menyusun program kerja dan menggalakkan wakaf uang agar lebih dikenal masyarakat,” kata Fadholi.
Ia berharap pengelolaan wakaf di Tanjungpinang dapat semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah.









