Lis Darmansyah Ajak Kreator Angkat Cerita Lokal untuk Promosikan Tanjungpinang

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengajak kreator konten menggali cerita lokal untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kehidupan masyarakat Tanjungpinang kepada publik melalui media digital.

Menurut Lis, konten yang dihasilkan perlu lebih dari sekadar menampilkan tempat. Kreator juga perlu mengangkat cerita di balik destinasi, tradisi, maupun kekayaan daerah yang mereka dokumentasikan.

Hal itu disampaikan Lis saat membuka Jelajah Tanjungpinang: Content Creator Camp 2026 di Hotel Nite & Day, Jalan Bintan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 tersebut diikuti 40 peserta dari kalangan masyarakat, mahasiswa, dan kreator konten.

“Kita tidak hanya sekadar melaksanakan pelatihan konten kreator. Kita sedang membangun cara baru untuk menceritakan tentang Tanjungpinang,” kata Lis.

Ia menyebut sejarah Melayu, Pulau Penyengat, wisata maritim, kuliner, seni, dan kearifan lokal sebagai kekuatan Tanjungpinang yang dapat dikemas menjadi konten digital.

Berbagai potensi tersebut, menurut Lis, perlu digali agar unggahan yang dihasilkan dapat memperkenalkan karakter dan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para konten kreator tidak hanya berpikir apa yang bisa saya posting, tetapi cerita apa yang akan saya bagikan untuk Tanjungpinang,” ujarnya.

Angkat Wisata Maritim dan Warisan Melayu

Salah satu potensi yang mendapat perhatian Lis ialah wisata maritim. Ia menilai laut perlu ditempatkan sebagai bagian utama dalam cerita tentang Tanjungpinang, bukan sekadar pelengkap visual.

“Laut bukan hanya sebagai latar belakang sebuah foto, tetapi topik utama dari yang namanya Kota Tanjungpinang,” tuturnya.

Selain potensi maritim, Lis menyoroti Pulau Penyengat beserta warisan sejarah dan budaya Melayu sebagai sumber cerita yang dapat dikembangkan para kreator.

“Tanjungpinang adalah bagian penting dari ruang hidup peradaban Melayu. Kita memiliki Pulau Penyengat dengan warisan sejarah dan budaya yang luar biasa,” ucap Lis.

Ia juga mencontohkan Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji sebagai warisan yang dapat diangkat dalam konten. Selain memiliki nilai sejarah, karya tersebut memuat pesan tentang etika, pendidikan, dan kehidupan.

Dengan menggali cerita di balik kekayaan daerah, kreator diharapkan dapat menghasilkan konten yang membantu publik mengenal Tanjungpinang secara lebih mendalam.

Dukung Promosi UMKM dan Peluang Profesi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri menjelaskan, kegiatan tersebut membekali peserta dengan kemampuan membuat dan mengedit konten.

Pelatihan juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi produk lokal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta destinasi pariwisata.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan untuk mendukung pemasaran produk lokal dan pariwisata Tanjungpinang,” kata Nazri.

Ia menambahkan, keterampilan tersebut diharapkan membuka peluang bagi anak muda untuk mengembangkan profesi di bidang kreatif digital, mulai dari kreator konten, influencer, dan pekerja lepas hingga penyedia jasa pengelolaan konten.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *