Lis Darmansyah: Kudapan Khas Melayu Wajib Disajikan di Setiap Kegiatan Pemerintah

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menegaskan komitmennya untuk melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner tradisional Melayu sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menjadikan kudapan khas Melayu sebagai sajian utama dalam setiap kegiatan resmi yang diselenggarakan pemerintah.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat membuka Lomba Kuliner Kudapan Cita Rasa Melayu yang digelar di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tanjungpinang, Selasa (4/8/2026). Menurut Lis Darmansyah, kuliner tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Melayu yang harus terus dijaga keberadaannya.

“Kudapan khas Melayu bukan sekadar makanan. Di dalamnya ada sejarah, ada rasa, ada cerita, dan ada identitas kita sebagai masyarakat Melayu, khususnya Kota Tanjungpinang,” ujar Lis Darmansyah.

Ia mengatakan, perkembangan zaman dan semakin banyaknya makanan modern membuat kuliner tradisional perlahan mulai tersisih. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan khas Melayu tetap dikenal, diproduksi, dan dinikmati oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Lis Darmansyah menilai pelestarian kuliner tradisional tidak cukup hanya dilakukan melalui festival atau perlombaan. Menurutnya, perlu ada kebijakan nyata yang menjadikan makanan khas daerah hadir dalam berbagai kegiatan pemerintahan sehingga masyarakat semakin akrab dengan warisan kuliner lokal.

“Setelah hari ini, setiap kegiatan yang menyuguhkan kudapan, wajib ditonjolkan kudapan khas Melayu,” tegasnya.

Menurut Lis Darmansyah, kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap produk lokal sekaligus upaya memperluas pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang.

Ia menjelaskan bahwa kuliner merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Berbagai kudapan tradisional yang ditampilkan dalam lomba dinilai memiliki peluang menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kudapan khas Melayu yang dilombakan hari ini bisa menjadi produk UMKM unggulan yang dapat dijual, dipasarkan, bahkan menjadi oleh-oleh khas Tanjungpinang. Di saat yang sama, kita juga menghidupkan kembali resep-resep warisan nenek moyang yang memiliki nilai budaya tinggi,” katanya.

Lis Darmansyah menambahkan, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus mendorong hilirisasi produk kuliner lokal melalui berbagai program pembinaan, promosi, dan pemasaran agar produk-produk UMKM semakin dikenal masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kuliner tradisional tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Kudapan ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita kenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lis Darmansyah juga mengajak para pelaku usaha, khususnya pengelola hotel, restoran, kafe, dan sektor pariwisata di Kota Tanjungpinang untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan kuliner khas Melayu.

Ia berharap makanan tradisional daerah dapat menjadi bagian dari menu yang disajikan kepada wisatawan maupun tamu yang berkunjung ke Tanjungpinang. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan daerah, tetapi juga memperoleh pengalaman mencicipi cita rasa autentik kuliner Melayu.

“Kita memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, seperti bingke ubi, kue jongkong, pendaram, pulut sambal, dan berbagai makanan khas lainnya yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat Melayu,” kata Lis Darmansyah.

Menurutnya, semakin banyak hotel dan restoran yang menyajikan makanan khas daerah, maka semakin besar pula peluang Tanjungpinang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Provinsi Kepulauan Riau.

Lis Darmansyah menilai kekayaan kuliner tradisional merupakan aset budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kuliner, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi makanan tradisional Melayu.

Pada kesempatan yang sama, Lis Darmansyah juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti Lomba Kuliner Kudapan Cita Rasa Melayu. Ia menilai semangat para peserta merupakan bentuk kepedulian nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya Melayu melalui sajian kuliner tradisional.

Menurutnya, perlombaan tersebut bukan semata-mata ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali aneka kudapan khas Melayu kepada masyarakat luas sekaligus memotivasi generasi muda agar terus mencintai warisan kuliner daerah.

Kepada para pemenang, Lis Darmansyah berpesan agar terus meningkatkan kualitas produk, baik dari sisi cita rasa, penyajian, kebersihan, maupun inovasi, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap hidangan.

“Selamat kepada para pemenang. Teruslah menghadirkan cita rasa yang terbaik, memperhatikan penampilan, menjaga kebersihan, dan mempertahankan kearifan lokal dalam setiap kudapan yang disajikan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Lis Darmansyah berharap Lomba Kuliner Kudapan Cita Rasa Melayu tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi gerakan bersama dalam mengangkat potensi kuliner lokal sebagai identitas daerah.

Ia optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kuliner, dan masyarakat, Tanjungpinang dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner Melayu yang dikenal secara luas, tidak hanya di Kepulauan Riau tetapi juga di tingkat nasional.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal yang berkelanjutan agar Tanjungpinang semakin dikenal sebagai Kota Kuliner Melayu di Kepulauan Riau. Dengan menjaga kuliner tradisional, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membangun ekonomi masyarakat dan memperkuat identitas daerah,” tutup Lis Darmansyah.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *