Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mempercepat pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam pelaksanaan tahun ini, Kelurahan Tanjung Unggat menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, yakni sebanyak 105 rumah.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan penetapan lokasi penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan kondisi riil di lapangan. Salah satu indikator utama yang menjadi pertimbangan adalah kondisi lingkungan permukiman yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Ada sekitar 105 rumah di Kelurahan Tanjung Unggat yang mendapatkan program ini karena kondisi lingkungannya memang cukup memprihatinkan,” ujar Lis Darmansyah, Jumat (31/7/2026).
Menurut Lis Darmansyah, program RTLH tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan rumah yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak huni.
Ia menjelaskan, kawasan Tanjung Unggat menjadi salah satu prioritas karena masih terdapat banyak rumah yang memerlukan perbaikan, baik dari sisi struktur bangunan maupun kelayakan lingkungan tempat tinggal.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Tanjungpinang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan program RTLH untuk 589 unit rumah yang tersebar di sejumlah wilayah. Seluruh penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Program tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
Lis Darmansyah mengatakan setiap penerima memperoleh bantuan sekitar Rp20 juta untuk memperbaiki rumahnya. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas bangunan agar memenuhi standar kelayakan sebagai tempat tinggal.
“Nilai bantuannya sekitar Rp20 juta per rumah. Kalau dirasa belum mencukupi, masyarakat boleh menambah secara swadaya sesuai kebutuhan perbaikan rumah masing-masing,” katanya.
Menurut dia, partisipasi masyarakat melalui swadaya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dengan dukungan pemilik rumah, hasil renovasi diharapkan lebih maksimal dan sesuai dengan kondisi bangunan yang memerlukan penanganan.
Lis Darmansyah menambahkan, pemerintah terus berupaya memperluas cakupan program RTLH secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Hal itu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati hunian yang aman dan layak.
Selain bantuan RTLH yang dikelola Pemerintah Kota Tanjungpinang, terdapat pula program perbaikan rumah yang bersumber dari Dinas Kesehatan. Namun, pelaksanaannya masih berada pada tahap verifikasi calon penerima.
“Bantuan yang berasal dari Dinas Kesehatan masih berproses karena diperuntukkan bagi keluarga dengan kriteria tertentu,” ujar Lis Darmansyah.
Ia menjelaskan, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan dan menjadi prioritas sesuai ketentuan program.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap program RTLH tidak hanya meningkatkan kualitas fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, pemerintah juga ingin mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga. Hunian yang layak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga.
Lis Darmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang masih membutuhkan perbaikan. Dengan demikian, pelaksanaan program RTLH pada tahun-tahun berikutnya dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kawasan permukiman yang lebih tertata, mengurangi kesenjangan kualitas hunian, serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.














