Lomba Kultum Ramadan di Rutan Kelas IIA Batam, Warga Binaan Belajar Memperbaiki Diri

Jasa Pembuatan Lagu

Batam, Jurnalkota.co.id

Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam selama bulan suci Ramadan. Di tengah keterbatasan ruang gerak, puluhan warga binaan mengikuti lomba kultum (kuliah tujuh menit) sebagai bagian dari pembinaan keagamaan.

Kegiatan yang digelar di Rutan Kelas IIA Batam, Jalan Raya Trans Barelang, Kota Batam, ini berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Maret 2026.

Secara bergantian, para warga binaan tampil di depan rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang berisi nasihat moral, ajakan memperbaiki diri, serta refleksi kehidupan.

Di hadapan para juri dan sesama warga binaan, peserta berusaha menyampaikan kultum dengan penuh penghayatan. Meski singkat, pesan yang disampaikan kerap menyentuh, terutama ketika mereka berbicara tentang kesabaran, penyesalan, serta harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti.

Salah seorang peserta lomba, Andi mengaku kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus melatih keberanian berbicara di depan orang banyak.

“Awalnya saya gugup, tapi kegiatan ini membuat saya belajar percaya diri. Saya juga belajar banyak tentang agama dan bagaimana memperbaiki diri ke depan,” ujarnya usai mengikuti lomba.

Bagi Andi dan warga binaan lainnya, lomba kultum bukan sekadar kompetisi. Kegiatan ini menjadi momen refleksi diri sekaligus ruang untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada sesama.

Selama lomba berlangsung, warga binaan lain tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka menyimak setiap kultum yang disampaikan dengan penuh perhatian.

Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilakukan, khususnya selama bulan Ramadan.

Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Setiap insan selalu memiliki kesempatan untuk belajar, berubah, dan memperbaiki diri. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan warga binaan dapat mengambil hikmah serta menjadikannya bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fajar, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan disiplin, tetapi juga penguatan nilai moral dan spiritual.

Melalui kegiatan religius seperti lomba kultum ini, Rutan Batam berharap warga binaan dapat semakin memperdalam nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan baru setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Bagi para warga binaan, Ramadan menjadi momentum penting untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus memperkuat tekad untuk berubah.

Di balik tembok rutan, suara kultum yang disampaikan para peserta menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *