Batam, Jurnalkota.co.id
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Internasional Batam (UIB) mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam untuk mempelajari kondisi operasional, tata kelola pemasyarakatan, serta pelaksanaan pembinaan warga binaan, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan akademik tersebut berlangsung di Lapas Batam, Jalan Trans Barelang Kilometer 2, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Melalui studi lapangan ini, mahasiswa berkesempatan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pemasyarakatan.
Kedatangan mahasiswa disambut Kasi Binadik Ganda Fernandy bersama Kasi Giatja Arfianto Indrajaya dan jajaran pegawai. Kegiatan diawali dengan pengenalan serta pemaparan umum mengenai tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam Yosafat Rizanto mengatakan, kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembinaan di dalam lapas.
“Kunjungan akademik ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami pelaksanaan pemasyarakatan secara langsung. Kami berharap mereka dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi serta proses pembinaan yang berlangsung di Lapas Batam,” ujar Yosafat, Kamis (5/11/2026).
Setelah mengikuti sesi pengenalan, mahasiswa diajak berkeliling ke sejumlah area di lingkungan lapas. Mereka melihat berbagai kegiatan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian yang diikuti warga binaan.
Peninjauan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari kegiatan pembinaan melalui pengamatan langsung. Dengan demikian, materi yang diterima dalam sesi pemaparan dapat dilengkapi dengan gambaran pelaksanaannya di lapangan.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Di kawasan tersebut, mahasiswa melihat pengelolaan unit usaha perkebunan dan peternakan yang dikembangkan Lapas Batam.
Yosafat menjelaskan, kegiatan produktif yang dijalankan dalam pembinaan memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan keterampilan bagi warga binaan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui peninjauan kegiatan pembinaan, termasuk perkebunan dan peternakan di kawasan SAE, mahasiswa dapat melihat bagaimana warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Kami ingin proses tersebut dipahami sebagai bagian dari bekal mereka untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat,” katanya.
Pengamatan di kawasan SAE melengkapi pembelajaran mahasiswa mengenai pembinaan kemandirian. Mereka dapat melihat bentuk kegiatan yang dikembangkan lapas sekaligus mempelajari keterkaitannya dengan upaya mempersiapkan warga binaan menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Selain meninjau kegiatan pembinaan, mahasiswa mendapat kesempatan melakukan wawancara langsung dengan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Wawancara tersebut dilakukan untuk menggali pengalaman mengenai program pembinaan serta kehidupan sehari-hari di dalam lapas.
Melalui dialog itu, mahasiswa memperoleh bahan pembelajaran dari sudut pandang warga binaan. Pengalaman yang disampaikan melengkapi informasi dari petugas dan hasil pengamatan selama kunjungan.
Rangkaian studi lapangan tersebut mencakup pengenalan kelembagaan, peninjauan pembinaan, pengamatan kegiatan produktif, hingga wawancara. Seluruh kegiatan diarahkan untuk membantu mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pelaksanaan pemasyarakatan.
Yosafat berharap hubungan antara Lapas Batam dan perguruan tinggi dapat terus berkembang. Menurut dia, keterlibatan kalangan akademis membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya pembinaan warga binaan.
“Kami berharap hubungan dengan perguruan tinggi terus berkembang dan membuka ruang pertukaran pengetahuan. Kehadiran kalangan akademis dapat mendukung pemahaman yang lebih luas mengenai pemasyarakatan dan pentingnya pembinaan bagi warga binaan,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Lapas Batam berharap mahasiswa Fakultas Hukum UIB memperoleh wawasan yang dapat memperkaya pembelajaran mereka. Kegiatan tersebut juga diharapkan mempererat sinergi akademis dalam mendukung proses pembinaan yang bermanfaat bagi masyarakat.














