Meski Sandar, KRI Teluk Sibolga-536 Tetap Latihan Tempur Bahaya Udara di Pondok Dayung

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Kapal perang jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada I, KRI Teluk Sibolga-536, melaksanakan Latihan Peran Tempur Bahaya Udara saat sandar di Dermaga Sunda, Pondok Dayung, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Latihan tersebut digelar sebagai bagian dari program pembinaan kesiapsiagaan unsur guna memastikan setiap prajurit memahami dan mampu melaksanakan prosedur pertahanan terhadap potensi ancaman serangan udara.

Meski kapal berada dalam kondisi sandar di pangkalan, skenario latihan tetap dilaksanakan secara realistis dan terukur. Seluruh prajurit segera menempati pos tempur masing-masing sesuai pembagian tugas yang telah ditentukan sebelumnya, mulai dari pengawak sistem persenjataan, tim pengamatan udara, hingga personel komunikasi tempur.

Alarm bahaya udara dibunyikan sebagai tanda dimulainya latihan. Dalam hitungan detik, awak kapal merespons dengan sigap melalui prosedur siaga tempur yang telah ditetapkan dalam doktrin operasi TNI Angkatan Laut. Setiap unsur bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan kesiapan sistem pertahanan kapal dalam menghadapi kemungkinan ancaman dari udara.

Latihan ini menitikberatkan pada kecepatan deteksi, pelaporan situasi secara akurat, serta kesiapan pengoperasian sistem pertahanan kapal. Selain itu, koordinasi antarbagian juga diuji guna memastikan tidak terjadi celah dalam rantai komando maupun alur komunikasi tempur.

Dengan latihan yang dilaksanakan secara berkala, prajurit diharapkan mampu merespons setiap situasi secara cepat, tepat, dan terukur. Hal ini penting mengingat dinamika ancaman keamanan maritim yang terus berkembang, termasuk potensi ancaman udara yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Komandan KRI Teluk Sibolga-536, Letkol Laut (P) Prima Anugerah, menegaskan bahwa latihan peran tempur merupakan bagian penting dalam membangun naluri tempur prajurit serta menjaga profesionalisme awak kapal perang.

Menurutnya, kesiapan tempur tidak hanya diperlukan saat kapal melaksanakan operasi di laut, tetapi juga harus tetap terjaga ketika kapal berada di pangkalan.

“Ancaman udara dapat terjadi kapan saja, baik saat kapal berlayar maupun ketika sandar di pangkalan. Karena itu, setiap prajurit harus selalu siap dan memahami prosedur tempur dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dalam menjalankan prosedur serta kemampuan bekerja secara terpadu menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut.

Latihan ini juga menjadi sarana evaluasi kemampuan prajurit dalam mengoperasikan sistem pertahanan kapal serta memastikan seluruh perangkat dan peralatan tempur berfungsi dengan baik. Melalui latihan yang konsisten, setiap unsur kapal perang diharapkan mampu menjaga standar kesiapan operasional yang tinggi.

Sebagai bagian dari jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada I, KRI Teluk Sibolga-536 memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai operasi TNI Angkatan Laut, termasuk operasi pengamanan wilayah perairan, dukungan logistik, serta berbagai misi kemanusiaan.

Dengan kesiapan personel dan material yang terus terjaga melalui latihan rutin, unsur-unsur Koarmada I diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut Indonesia.

Latihan Peran Tempur Bahaya Udara tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Koarmada I untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit serta memastikan setiap kapal perang selalu berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed