Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau resmi dibuka di Pelataran Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026) malam. Perhelatan keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Islam, membina generasi Qurani, sekaligus mempererat persatuan masyarakat di Kepulauan Riau.
Pembukaan MTQ dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah se-Kepulauan Riau, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, para kafilah, serta ribuan masyarakat yang memadati arena utama pelaksanaan MTQ.
Sebagai tuan rumah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tanjungpinang untuk menyelenggarakan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Lis Darmansyah, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan.
“Alhamdulillah kami menerima dan akan melaksanakan amanah ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab sebagai bentuk kepercayaan seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau kepada Kota Tanjungpinang,” kata Lis Darmansyah.
Ia berharap seluruh rangkaian MTQ dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses, sehingga memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir dari berbagai daerah.
Lis Darmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan kehidupan keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan Al-Quran yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut dia, pemerintah daerah terus memperkuat pembinaan generasi Qurani melalui lembaga pendidikan Al-Quran, Quran Center, rumah tahfiz, kegiatan syiar Islam, hingga pembinaan kafilah MTQ secara berkesinambungan.
“Berbagai program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lis Darmansyah menambahkan, penyelenggaraan MTQ memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi membaca Al-Quran.
Menurutnya, MTQ merupakan media dakwah, sarana pendidikan, wahana syiar Islam, sekaligus momentum memperkuat kecintaan umat terhadap Al-Quran.
“Tentunya penyelenggaraan MTQ ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis. MTQ bukan sekadar arena perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan media dakwah, sarana pendidikan, wahana syiar Islam, serta momentum memperkuat kecintaan umat terhadap Al-Quran dan membangun masyarakat yang berakhlak mulia, berilmu, toleran, serta memiliki semangat persatuan yang kuat,” tutur Lis Darmansyah.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan MTQ XII, khususnya LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku tuan rumah, panitia pelaksana, dan seluruh unsur pendukung lainnya.
Menurut Ansar Ahmad, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak dalam mempersiapkan setiap tahapan kegiatan sehingga pelaksanaan dapat berlangsung dengan baik.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku tuan rumah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan MTQ XII Tahun 2026,” kata Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad menjelaskan, MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau akan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Juli 2026. Sebanyak 370 peserta hasil seleksi dari kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau akan berkompetisi pada delapan cabang perlombaan yang terdiri atas 56 golongan.
Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan semangat ukhuwah Islamiyah.
Selain menjadi ajang seleksi qari dan qariah terbaik, MTQ juga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Kota Tanjungpinang, pelaksanaan MTQ XII juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu yang datang dari seluruh Kepulauan Riau. Kehadiran ratusan peserta, ofisial, dewan hakim, dan pengunjung diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, pariwisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui penyelenggaraan MTQ XII, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap semangat membumikan Al-Quran semakin mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kepulauan Riau yang religius, harmonis, berbudaya, dan maju.














