Jakarta, Jurnalkota.co.id
Penanganan banjir dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kembangan Tahun 2026 yang digelar, Kamis (26/2/2026).
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, mengatakan persoalan banjir masih menjadi tantangan terbesar di wilayah Kembangan. Kondisi geografis yang dilintasi Sungai Angke dan Sungai Pesanggrahan membuat kawasan tersebut kerap terdampak kiriman air dari wilayah selatan.
“Ketika kiriman air dari wilayah selatan meningkat, kawasan Kembangan hampir pasti terdampak. Ini yang menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan,” ujar Yuli usai menghadiri forum tersebut.
Pembangunan Turap dan Perbaikan Saluran
Menurut Yuli, sejumlah langkah pengendalian banjir telah dimasukkan dalam rencana pembangunan tahun 2026. Di antaranya pembangunan turap atau sheet pile di beberapa titik aliran sungai guna meminimalisasi risiko luapan air.
Namun, ia menyoroti masih adanya persoalan teknis di lapangan, terutama terkait respons dan pemeliharaan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu yang disorot adalah saluran air yang dipenuhi sedimen tetapi tidak dibersihkan saat musim kemarau.
“Seharusnya pembersihan dilakukan sejak musim kemarau sebagai langkah antisipasi, bukan menunggu dampak terjadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penataan vegetasi kota, termasuk pemangkasan pohon secara berkala. Selain menjaga estetika, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lampu penerangan jalan tidak terhalang rimbunnya dahan.
Fokus 2027: Kali Gebyuran dan Kali Angke
Sementara itu, Camat Kembangan Joko Suparno menyampaikan bahwa agenda prioritas pembangunan tahun 2027 tetap berfokus pada pengendalian banjir. Program yang diusulkan meliputi pembangunan dan perawatan sheet pile, peningkatan saluran mikro, serta koordinasi lintas wilayah untuk mengatasi luapan Kali Gebyuran.
Penanganan luapan Kali Angke juga menjadi perhatian melalui percepatan pembangunan turap di sepanjang Kali Cantiga hingga Meruya Selatan guna mencegah air melimpas ke permukiman warga.
Di sisi lain, peningkatan fungsi jalan juga menjadi agenda penting untuk mengurai kemacetan. Salah satu usulan yang dibahas adalah penyelesaian pelebaran Jalan Kembangan Raya, termasuk proses pembebasan lahan agar proyek dapat rampung sesuai rencana.
“Perbaikan jalan lingkungan dan jalan lokal juga akan terus dilakukan secara bertahap melalui dinas terkait,” ujar Joko.
Melalui Musrenbang tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap perencanaan pembangunan di Kecamatan Kembangan dapat lebih terarah, responsif terhadap kebutuhan warga, serta mampu menekan risiko banjir sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














