Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan pameran temporer “Jejak Langkah Lintas Zaman Budaya” sebagai sarana belajar dan menumbuhkan kebanggaan terhadap sejarah daerah.
Pameran tersebut digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata di Museum Tanjungpinang Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah untuk memeriahkan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang.
Berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu (10/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026), pameran ini menampilkan lebih dari 100 koleksi berupa artefak, foto historis, naskah kuno, pakaian adat, dan benda etnografi.
Koleksi tersebut merekam perjalanan sejarah dan budaya Tanjungpinang, mulai dari masa Kerajaan Riau-Lingga, masa kolonial, hingga masa kemerdekaan.
Lis mengatakan, pameran temporer menjadi jembatan informasi bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan sejarah sekaligus memahami dinamika budaya Tanjungpinang dari masa ke masa.
“Melalui narasi visual dan artefak yang disajikan, kita dapat menyaksikan bagaimana seni dan kemasyarakatan berkembang dari masa ke masa,” kata Lis, Sabtu.
Menurutnya, Tanjungpinang memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Di tengah modernisasi, peninggalan sejarah dan nilai budaya perlu terus dikenalkan agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kemajuan kota harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas daerah, termasuk budaya Melayu yang menjadi jati diri Tanjungpinang.
“Kemajuan tidak boleh mencabut kita dari akar budaya,” ujarnya.
Lis mengatakan, Tanjungpinang dapat terus bergerak menuju masa depan yang modern dengan tetap mempertahankan identitas dan nilai kebudayaannya. Karena itu, pelestarian budaya perlu mendapat perhatian di tengah perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Lis juga mengimbau para kepala sekolah, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, untuk memanfaatkan pameran sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik.
Ajakan itu turut ditujukan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Melalui koleksi yang dipamerkan, mereka diharapkan dapat mengenal sejarah daerah lebih dekat, berefleksi, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap perjalanan Tanjungpinang.








