Panen Raya Urban Farming Jakbar Tembus 772 Kg, Bukti Ketahanan Pangan dari Permukiman

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Program pertanian perkotaan (urban farming) di Jakarta Barat menunjukkan hasil nyata. Dalam panen raya serentak yang digelar Senin (30/3/2026), total produksi pangan mencapai sekitar 772 kilogram dari puluhan lokasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari panen raya serentak yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) bersama Tim Penggerak (TP) PKK di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Panen raya bertema “Panen Raya Wujudkan Pangan Jakarta” tersebut dilaksanakan secara hybrid dan dipusatkan di Green House Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Di Jakarta Barat, kegiatan dipusatkan di lokasi urban farming GSG 07, RW 07, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan. Acara ini dihadiri Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Ketua TP PKK Jakarta Barat Ety Sartika Yuli Hartono, serta jajaran Pemkot, camat, lurah, hingga kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT).

Ketua TP PKK Jakarta Barat Ety Sartika Yuli Hartono mengatakan, kawasan GSG 07 menjadi contoh pengembangan pertanian perkotaan berbasis pemberdayaan masyarakat dengan konsep mini agroeduwisata.

“Panen raya ini bukan sekadar memetik hasil, tetapi juga bagian dari pengembangan kebun pangan lokal, termasuk budidaya tanaman dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” ujar Ety.

Ia menjelaskan, panen tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan tersebar di 60 lokasi di delapan kecamatan. Komoditas yang dihasilkan pun beragam, mulai dari sayuran seperti pakcoy, bayam, kangkung, terong, tomat, dan sawi, hingga buah-buahan dan perikanan seperti labu madu, timun suri, pisang, singkong, serta ikan lele dan nila.

Menurut Ety, hasil panen tersebut berpotensi mendukung ekonomi sirkular masyarakat. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menilai urban farming memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta penanganan stunting.

“Hasil panen juga dapat diolah menjadi makanan sehat dan bergizi dalam kegiatan Posyandu. Ini menunjukkan sinergi yang baik dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk kebutuhan gizi masyarakat,” kata Iin.

Ke depan, Pemkot Jakarta Barat akan terus mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan seperti labu madu dan golden melon di delapan kecamatan.

“Jika dilakukan secara konsisten, hasilnya akan semakin optimal. Selain memenuhi kebutuhan gizi, ini juga bisa memberikan nilai ekonomi melalui koperasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota bersama jajaran turut memanen berbagai komoditas, seperti anggur, labu madu, pakcoy, jambu, terong, cabai, hingga ikan lele. Ia juga berinteraksi dengan anak-anak PAUD dalam kegiatan penanaman sayuran sebagai bagian dari edukasi.

 

 

Penulis: Awal
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *