Jakarta, Jurnalkota.co.id
Program pemeliharaan berkala di Rusun Pesakih, Jakarta, kembali menuai sorotan. Sejumlah penghuni menilai pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Padomu Ulitua dilakukan tidak maksimal dan jauh dari standar mutu. Bahkan, belum genap satu bulan setelah dikerjakan, sejumlah bagian bangunan dilaporkan sudah mengalami kerusakan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi di beberapa titik, mulai dari dinding kembali retak, plesteran mengelupas, hingga lantai yang pecah dan tidak rata. Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang menilai pemeliharaan tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi penghuni.
“Ini bukan pemeliharaan, tapi pemborosan anggaran. Baru selesai dikerjakan, sudah rusak lagi. Kami sebagai warga merasa dibohongi,” ujar seorang penghuni Rusun Pesakih, Selasa (6/1/2026).
Warga mempertanyakan kualitas material, metode pengerjaan, serta pengawasan proyek yang dilakukan. Menurut mereka, pekerjaan terkesan hanya menggugurkan kewajiban kontrak tanpa memperhatikan aspek ketahanan bangunan dan keselamatan penghuni. Bahkan, di beberapa titik, kondisi kerusakan dinilai lebih parah dibanding sebelum pemeliharaan dilakukan.
Selain kerusakan bangunan, warga juga mengeluhkan dampak pekerjaan yang meninggalkan debu, puing, serta sisa material yang berserakan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kalau seperti ini, patut dipertanyakan. Pemeliharaan berkala, tapi kualitasnya seperti kerja tambal sulam,” kata warga lainnya.
Warga mendesak pengelola rusun dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pekerjaan serta memanggil pihak kontraktor untuk mempertanggungjawabkan kualitas pemeliharaan. Mereka juga meminta adanya audit terhadap mutu pekerjaan dan penggunaan anggaran secara transparan.
Jika kondisi tersebut dibiarkan, warga khawatir akan menjadi preseden buruk dalam pengelolaan rumah susun, di mana program pemeliharaan hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa memberikan manfaat nyata bagi penghuni.
“Jangan sampai rusun rakyat hanya dijadikan ladang proyek. Kami butuh hunian yang layak, bukan pekerjaan yang cepat rusak,” ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Padomu Ulitua maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga atas hasil pemeliharaan berkala di Rusun Pesakih.
Penulis: Haris
Editor: Antoni








