Pemkab Lebak Genjot Inseminasi Buatan untuk Dukung Swasembada Daging dan Susu

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, mengintensifkan penerapan teknologi reproduksi melalui program inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi ternak. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan, khususnya daging merah dan susu.

Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Irvan Pramerta, mengatakan petugas IB diinstruksikan mengoptimalkan layanan inseminasi buatan agar populasi ternak masyarakat meningkat melalui kelahiran anakan.

“Kami menginstruksikan kepada petugas IB agar mengoptimalkan inseminasi buatan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak dari keturunan anak,” ujar Irvan di Lebak, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, Pemkab Lebak berkomitmen mewujudkan swasembada daging merah dan susu sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggencarkan teknologi reproduksi IB di sentra-sentra peternakan rakyat.

Selain inseminasi buatan, Disnakeswan juga melaksanakan penyuntikan hormon birahi kepada ternak milik kelompok peternak di 28 kecamatan. Penyuntikan tersebut bertujuan menyelaraskan masa birahi, sehingga dalam waktu sekitar satu pekan ternak dapat dilakukan inseminasi buatan dan mempercepat peningkatan populasi.

“Program ini kami dorong agar bermuara pada peningkatan produksi daging dan susu, sekaligus berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Irvan.

Berdasarkan data Disnakeswan Kabupaten Lebak tahun 2024, tercatat sebanyak 326 kelompok peternak dengan populasi ternak meliputi 5.656 ekor kerbau, 2.345 ekor sapi, 42.408 ekor kambing, dan 60.216 ekor domba.

Saat ini, penerapan teknologi IB dilakukan secara intensif dengan melibatkan tiga petugas yang secara langsung mendatangi kelompok-kelompok ternak di lapangan.

“Kami berharap dalam dua tahun ke depan populasi ternak milik masyarakat dapat bertambah signifikan melalui kelahiran anakan, sehingga program swasembada daging merah dan susu dapat terwujud,” ujarnya.

Irvan juga mengakui, sebagian besar peternak di Kabupaten Lebak masih menjadikan usaha ternak sebagai tabungan atau usaha sampingan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan edukasi dan pembinaan agar peternakan dapat dikelola lebih profesional.

“Kami berharap ke depan peternakan bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat,” kata Irvan.

Sementara itu, Sabar (50), peternak asal Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, mengaku terbantu dengan penerapan teknologi inseminasi buatan gratis. Ia menyebut, populasi ternak kerbau miliknya kini dapat bertambah sekitar lima ekor per tahun dari total 25 ekor.

“Dari 25 ekor kerbau, setiap tahun bisa terjual sedikitnya tiga ekor dengan pendapatan sekitar Rp85 juta,” ujar Sabar.

Menurutnya, usaha ternak kerbau yang dikembangkan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memungkinkan dirinya membangun rumah serta menyekolahkan dua anak hingga perguruan tinggi.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *