Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus menggerakkan potensi lokal masyarakat.
Program yang tengah dijalankan pemerintah tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa melalui pengelolaan usaha berbasis potensi unggulan masyarakat, mulai dari sektor UMKM, pertanian hingga pelayanan kebutuhan masyarakat.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan Pemkab Lebak optimistis keberadaan KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kami meyakini Program KDMP bisa menggulirkan perputaran uang dengan menampung potensi lokal yang ada di desa,” kata Rahmat di Lebak, Sabtu (16/5/2026).
Menurut dia, koperasi tersebut nantinya dapat menjadi wadah pemasaran dan pengembangan berbagai produk unggulan lokal, seperti produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kerajinan masyarakat, hingga komoditas pertanian.
Tak hanya itu, KDMP juga diproyeksikan mampu mendukung penyediaan kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi prioritas pemerintah.
Rahmat menjelaskan, keberadaan koperasi desa diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Karena itu, pihaknya mendorong agar usaha yang dijalankan koperasi benar-benar memanfaatkan potensi lokal sehingga hasil produksi masyarakat dapat terserap dengan baik dan memberikan dampak ekonomi secara langsung.
“Kami memfokuskan usaha koperasi agar dikelola secara profesional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 78 unit KDMP di Kabupaten Lebak telah beroperasi dengan berbagai jenis usaha, mulai dari warung sembako, klinik, apotek, pergudangan, sektor pertanian hingga layanan simpan pinjam.
Pemkab Lebak menilai kehadiran koperasi tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat karena terhubung langsung dengan rantai distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi petani.
“Kami berharap KDMP dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha dan petani untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa,” kata Rahmat.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata mengatakan pembangunan KDMP di Kabupaten Lebak hingga saat ini berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa hingga masyarakat.
Ia menjelaskan, dari total 344 desa di Kabupaten Lebak, sebanyak 246 unit KDMP saat ini masih dalam proses pembangunan dan 78 unit di antaranya telah rampung 100 persen.
Menurutnya, percepatan pembangunan koperasi tersebut merupakan bagian dari target nasional pembentukan 30 ribu unit KDMP di Indonesia hingga Juli 2026.
“Kita optimistis dalam enam bulan ke depan seluruh desa di Kabupaten Lebak sudah memiliki KDMP,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menambahkan pihaknya terus mendorong penguatan kapasitas pengurus koperasi agar mampu mengelola usaha secara profesional dan produktif.
Ia mengatakan, koperasi harus mampu menjalankan tujuh jenis usaha yang produktif dan berkelanjutan agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat desa.
Untuk mendukung pengembangan usaha koperasi, penyertaan modal nantinya akan dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Kami meminta seluruh pengurus koperasi benar-benar bekerja keras agar koperasi bisa maju dan pengelolaan usahanya berjalan baik sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Imam.
Penulis: Noma
Editor: Antoni












