Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menyalurkan dana insentif bagi 5.425 guru madrasah diniyah serta 1.600 pengelola atau pimpinan pondok pesantren (ponpes) sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan di daerah tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Lebak Iyan Fitriyana mengatakan bantuan tersebut akan dicairkan sebelum Lebaran 2026.
“Kami menyalurkan bantuan dana insentif ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para pengajar agama Islam,” kata Iyan di Lebak, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap guru madrasah diniyah akan menerima insentif sebesar Rp600.000 per orang, sementara pengelola atau pimpinan pondok pesantren menerima Rp900.000 per orang.
Menurut Iyan, dana insentif tersebut nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
“Penyaluran bantuan dana insentif itu akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima,” ujarnya.
Iyan menilai keberadaan guru madrasah dan pengelola ponpes memiliki peran penting dalam membangun pendidikan keagamaan di masyarakat.
Selama ini, kata dia, banyak guru madrasah diniyah yang mengajar dengan dukungan biaya yang terbatas dari masyarakat.
Padahal, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan toleransi.
“Kami berharap dana insentif ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru madrasah dan pengelola ponpes dalam mengembangkan pendidikan agama Islam di masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Lebak selama ini dikenal cukup harmonis meskipun terdiri dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan adat istiadat.
Menurutnya, nilai toleransi dan kerukunan di daerah tersebut tetap terjaga karena kuatnya peran pendidikan keagamaan di masyarakat.
“Lebak dikenal sebagai daerah yang religius dengan julukan daerah seribu santri. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong masih terjaga dengan baik,” ujarnya.
Iyan berharap keberadaan lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren dapat terus berperan dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














