Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus berupaya memperluas akses pemasaran bagi petani lokal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan gerai pangan dalam berbagai agenda rutin pemerintah sehingga hasil panen petani binaan dapat dipasarkan langsung kepada masyarakat tanpa melalui perantara.
Gerai pangan tersebut hadir di sela kegiatan senam bersama aparatur sipil negara (ASN) yang digelar di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Kamis (25/6/2026). Selain menjadi ajang promosi produk pertanian lokal, kegiatan itu juga membuka peluang bagi petani untuk memperoleh pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan pelibatan kelompok tani binaan dalam berbagai kegiatan pemerintah merupakan salah satu strategi untuk mendekatkan petani dengan konsumen sekaligus meningkatkan pemasaran hasil pertanian.
Menurut dia, setiap agenda yang melibatkan banyak masyarakat dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi produk pertanian lokal agar petani dapat menjual hasil panennya secara langsung.
“Setiap ada kegiatan pemerintah, kami berupaya melibatkan mereka untuk ikut berjualan,” kata Robert.
Ia menjelaskan, DPPP Kota Tanjungpinang saat ini membina sekitar 24 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam setiap kegiatan, sekitar delapan hingga dua belas kelompok tani dilibatkan secara bergiliran sesuai dengan ketersediaan hasil panen.
“Kami memiliki sekitar 24 kelompok tani. Biasanya yang ikut dalam satu kegiatan sekitar delapan hingga dua belas kelompok,” ujarnya.
Melalui gerai pangan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pertanian segar, seperti kedelai, jagung, timun, ubi, sukun, pisang, serta beragam jenis sayuran yang merupakan hasil budidaya petani lokal.
Robert menegaskan seluruh produk yang dipasarkan berasal dari hasil panen petani binaan DPPP dan dijual langsung kepada konsumen tanpa perantara. Pola pemasaran tersebut diharapkan mampu memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani sekaligus menawarkan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat.
“Semua produk yang dijual merupakan hasil tanam petani sendiri,” tuturnya.
Keberadaan gerai pangan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang pembeli, Farehha, mengaku senang dapat memperoleh kebutuhan rumah tangga dengan harga yang relatif terjangkau sekaligus ikut mendukung pemasaran hasil pertanian lokal.
Menurut dia, konsep penjualan langsung seperti ini memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga bagi petani yang memperoleh akses pasar lebih luas.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Setelah senam bisa langsung berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Farehha berharap gerai pangan terus dihadirkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Tanjungpinang karena mampu menciptakan suasana yang lebih semarak sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut karena membuat suasana lebih meriah dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Pemko Tanjungpinang berharap pemasaran hasil pertanian lokal semakin berkembang, pendapatan petani meningkat, serta masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pangan segar dengan harga yang kompetitif.








