Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tingkat kota yang akan digelar pada 24 Agustus 2026. Berbagai aspek teknis, mulai dari koordinasi lintas instansi, pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan rangkaian acara menjadi fokus pembahasan agar kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat, aman, dan tertib.
Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Rabu (5/8/2026).
Rapat dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Tanjungpinang, Yoni Fadri, didampingi Kepala Bagian Kesra Setdako Tanjungpinang, Yenni Haryantie. Hadir pula perwakilan perangkat daerah, instansi terkait, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H akan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan akan berlangsung secara serentak di empat masjid, yakni Masjid Agung Al Hikmah, Masjid Al Uswah, Masjid Al Huda, dan Masjid Al Furqon.
Yoni Fadri menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya dimaknai hanya sebagai agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi ini harus kita jadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan refleksi diri. Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita,” ujar Yoni.
Ia menambahkan, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan fasilitas fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki akhlak, karakter, dan nilai-nilai religius yang kuat.
Karena itu, menurut Yoni, penguatan nilai agama, budaya, dan semangat kebersamaan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kota Tanjungpinang.
“Pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Penguatan nilai agama, budaya, akhlak, dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Tanjungpinang yang berkualitas,” katanya.
Selain substansi kegiatan, Yoni juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis mengingat pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini berlangsung di empat lokasi berbeda secara bersamaan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait meningkatkan koordinasi agar seluruh kebutuhan teknis dapat dipenuhi sejak awal, mulai dari pengamanan, pengaturan parkir, kelancaran arus lalu lintas, hingga kesiapan sarana pendukung lainnya.
“Kita ingin kegiatan ini berjalan khidmat, aman, dan tertib. Karena itu koordinasi harus dilakukan dengan baik, termasuk dengan pihak yang menangani lalu lintas, parkir, keamanan, dan teknis pelaksanaan di masing-masing lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdako Tanjungpinang Yenni Haryantie mengatakan pihaknya terus melakukan pemantapan persiapan bersama seluruh perangkat daerah, instansi terkait, dan tokoh masyarakat agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana.
Menurut Yenni, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Tanjungpinang.
“Kami terus melakukan koordinasi dan pematangan persiapan bersama seluruh pihak terkait. Harapan kami, pelaksanaan Maulid Nabi ini berlangsung khidmat, tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Yenni.
Ia menjelaskan, rangkaian acara akan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan laporan panitia, sambutan Wali Kota Tanjungpinang, tausiyah agama, doa bersama, hingga penutupan.
Dalam peringatan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang menghadirkan KH Dr. Bambang Maryono, M.Pd.I sebagai penceramah utama, didampingi Ustadz Raja Sofyan yang akan menyampaikan tausiyah keagamaan kepada masyarakat.
Yenni berharap materi yang disampaikan para penceramah tidak hanya menambah wawasan keislaman masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, aspek pengaturan lalu lintas dan perparkiran juga menjadi perhatian khusus mengingat pelaksanaan kegiatan berlangsung di beberapa masjid secara bersamaan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan Polres Tanjungpinang dan Satpol PP dalam mengatur arus kendaraan serta lokasi parkir di sekitar area pelaksanaan.
“Karena kegiatan dilaksanakan di beberapa masjid, pengaturan lalu lintas dan parkir harus dipersiapkan dengan baik. Koordinasi lintas instansi sangat penting agar masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” ujarnya.
Lebih jauh, Yenni menegaskan bahwa tujuan utama peringatan Maulid Nabi bukan hanya menghadirkan kegiatan yang sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat.
“Yang ingin kita dorong adalah agar peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Jadi bukan hanya hadir mengikuti acara, tetapi ada nilai yang kita bawa pulang dan kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai religius, akhlak mulia, toleransi, dan kebersamaan diharapkan menjadi fondasi dalam mendukung pembangunan Kota Tanjungpinang menuju masyarakat yang religius, berbudaya, harmonis, serta mewujudkan cita-cita Tanjungpinang sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.








