Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bergerak cepat menangani tumpukan sampah pascabanjir di sejumlah titik terdampak. Salah satu lokasi prioritas, Jalan Inspeksi Kali Mookervaart, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, dinyatakan bersih dan steril pada Senin (26/1) malam.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas perangkat daerah serta dukungan armada dan alat berat.
“Begitu banjir surut, kami langsung bergerak. Penanganan dibantu Dinas Lingkungan Hidup, Badan Air, Pertamanan, dan unsur terkait lainnya. Alhamdulillah, sekitar pukul 22.00 WIB seluruh sampah yang menumpuk akibat banjir sudah terangkut,” ujar Iin saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Menurut Iin, sampah yang ditangani tidak hanya berasal dari permukiman warga, tetapi juga kiriman dari aliran Kali Mookervaart yang terbawa arus banjir.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Achmad Hariadi menyebutkan, volume sampah pascabanjir di kawasan tersebut mencapai ratusan ton.
“Total sampah yang berhasil ditangani di Jalan Inspeksi Kali Mookervaart mencapai 187 ton,” kata Hariadi.
Ia menjelaskan, proses penanganan diawali dengan pengangkutan sampah dari permukiman warga RW 11 Rawa Buaya sejak Minggu (25/1). Sampah kemudian dikumpulkan di lokasi penampungan sementara di sisi Kali Mookervaart sebelum dimuat ke truk berkapasitas besar dan diangkut ke TPST Bantar Gebang.
“Pembersihan di lingkungan warga dimulai pada Minggu, dilanjutkan sterilisasi lokasi penampungan sementara, dan seluruh rangkaian penanganan tuntas pada Senin malam,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Jakarta Barat melibatkan sekitar 300 personel gabungan serta partisipasi aktif sekitar 500 warga. Penanganan juga didukung armada lengkap, mulai dari 10 truk besar, 20 truk kecil, 15 mini dump, satu unit shovel, satu truk penyapu jalan, hingga dua mobil pikap.
Pemkot Jakarta Barat memastikan akan terus melakukan pemantauan lanjutan guna menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah penumpukan sampah kembali pascabencana
Penulis: Awal/Haris
Editor: Antoni














