Jakarta, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 50 pengurus dan kader Tim Penggerak (TP) PKK Jakarta Barat mengikuti skrining dan sosialisasi deteksi dini kanker payudara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan RS Kanker Dharmais.
Selain mendapatkan sosialisasi, peserta menjalani Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) hingga pemeriksaan mamografi sebagai bagian dari upaya mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan, satu unit mobil mamografi disiapkan di area parkir timur Kantor Wali Kota Jakarta Barat, tepatnya di depan Walkot Farm.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma Kantor Wali Kota Jakarta Barat tersebut dibuka Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah.
Turut hadir Asisten Administrasi Kesejahteraan Rakyat Jakarta Barat Depika Romadi, Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Jakarta Barat Ewa Octarina Imron, serta jajaran pengurus TP PKK Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Iin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi perempuan, khususnya untuk mendeteksi risiko kanker payudara.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan karena dapat membantu menemukan indikasi penyakit lebih awal. Dengan demikian, apabila ditemukan masalah kesehatan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Iin juga mengajak perempuan yang memenuhi kriteria pemeriksaan untuk memanfaatkan layanan skrining mamografi yang tersedia.
Menurut dia, kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri juga berkaitan dengan peran perempuan di tengah keluarga dan lingkungan.
Karena itu, kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan tidak semestinya hanya muncul ketika seseorang mengalami keluhan.
Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat berkembang tanpa disadari.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sudinkes Jakarta Barat Septy ZK mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Pada Kamis, peserta pemeriksaan berasal dari unsur TP PKK. Adapun pada Jumat (7/8/2026), layanan serupa dijadwalkan diikuti aparatur sipil negara (ASN).
Setelah mengikuti sosialisasi, peserta menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan diawali dengan pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah. Selanjutnya, peserta menjalani Pemeriksaan Payudara Klinis atau Sadanis yang dilakukan tenaga kesehatan dari RS Kanker Dharmais.
Selain pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara, panitia menyediakan layanan pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim.
Rangkaian pemeriksaan itu diharapkan tidak hanya memberikan layanan kesehatan kepada peserta, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan secara berkala.
Kader PKK juga memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat di lingkungannya. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga maupun warga di wilayah masing-masing.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai deteksi dini penyakit.
Melalui pemeriksaan tersebut, perempuan diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali kondisi kesehatan dan melakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan serta rekomendasi tenaga kesehatan.
Pemkot Jakarta Barat berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks.
Dengan pemeriksaan lebih awal, potensi gangguan kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga peserta yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut dapat memperoleh tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing.











