Pemkot Jakbar Relokasi 128 KK dari Lahan TPU, Mayoritas Pilih Mandiri, Sebagian ke Rusun

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat merelokasi 128 kepala keluarga (KK) atau 606 jiwa dari lahan tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah Kecamatan Kalideres, Senin (30/3/2026).

Relokasi tahap kedua ini dilakukan sebagai bagian dari penertiban dan pengembalian fungsi lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta agar kembali digunakan sebagai area pemakaman.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memimpin langsung proses relokasi tersebut. Sebelum pemindahan dimulai, sekitar 150 personel gabungan mengikuti apel kesiapan di TPU Tegal Alur.

Personel tersebut terdiri dari PPSU, Suku Dinas Tamhut, Satpol PP, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta unsur TNI-Polri.

Usai apel, petugas bergerak membantu warga mengangkut barang. Pemkot menyiagakan sejumlah armada, mulai dari tujuh bus sekolah, 18 truk milik Sudis Tamhut, hingga delapan truk Satpol PP untuk memperlancar proses relokasi.

“Relokasi tahap kedua ini telah melalui proses pendataan, sosialisasi, hingga musyawarah bersama warga terdampak,” ujar Iin.

Berdasarkan data, sebanyak 103 KK berasal dari Kelurahan Kamal dan 25 KK dari Kelurahan Pegadungan.

Dari total tersebut, 17 KK menempati rumah susun (rusun) yang telah disiapkan, sementara 111 KK memilih relokasi secara mandiri.

Adapun rusun yang disiapkan antara lain Rusunawa PIK Pulogadung, Rusunawa Pesakih, Rusunawa Tegal Alur, Rusunawa Rawa Buaya, serta Rusunawa Nagrak.

Iin berharap hunian baru tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih layak bagi warga.

“Dengan tinggal di rusun, warga diharapkan memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, terutama dari sisi akses pendidikan, layanan kesehatan, dan transportasi,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menjelaskan bahwa lahan yang dikosongkan merupakan aset Tamhut dengan status SHP 484 yang akan difungsikan kembali sebagai TPU.

Ia menyebutkan, relokasi tidak hanya mencakup pemindahan warga, tetapi juga barang dan perlengkapan rumah tangga. Bahkan, sebagian warga difasilitasi kembali ke daerah asalnya.

“Ada warga yang direlokasi mandiri, dan beberapa di antaranya kami bantu hingga ke kampung halaman, seperti ke Indramayu,” ujar Imron.

Selain itu, warga yang menempati rusun telah menerima kunci unit masing-masing sehingga dapat langsung menghuni tempat tinggal barunya. Pemkot juga menyalurkan bantuan paket sembako bagi warga terdampak.

Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 11 KK yang belum direlokasi. Pemkot Jakarta Barat terus melakukan pendekatan persuasif hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kami masih melakukan pendekatan hingga 5 April. Setelah itu, jika belum ada kesepakatan, akan dilakukan penertiban sesuai prosedur,” tegas Imron.

Untuk mendukung proses adaptasi warga, Pemkot Jakarta Barat juga membuka posko pelayanan guna membantu pengurusan administrasi, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak pascarelokasi.

 

 

Penulis: Awal
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *