Batam, Jurnalkota.co.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menerima kunjungan kerja delegasi penjara Malaysia di Jalan Trans Barelang, Kota Batam, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan dan sinergi lintas negara, khususnya di bidang pelayanan serta pembinaan pemasyarakatan.

Kegiatan itu juga menjadi wadah pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan yang humanis, modern, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan kunjungan delegasi penjara Malaysia merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan bagi Rutan Batam untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai inovasi layanan yang telah dijalankan.
“Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pelayanan pemasyarakatan. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Fajar.
Rombongan delegasi Malaysia disambut langsung jajaran pejabat struktural Rutan Batam dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, para tamu diajak meninjau sejumlah area unggulan yang menjadi bagian dari program inovasi pelayanan dan pembinaan warga binaan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian delegasi adalah area layanan kunjungan keluarga warga binaan. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung sistem pelayanan yang diterapkan Rutan Batam, mulai dari mekanisme penerimaan tamu, sistem antrean, hingga fasilitas pendukung yang dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Delegasi juga mengamati penerapan pelayanan yang mengedepankan prinsip transparansi, ketertiban, dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan layanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Fajar, pelayanan kunjungan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung hak-hak warga binaan sekaligus menjaga hubungan sosial dengan keluarga.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat merasakan pelayanan yang cepat, tertib, aman, dan nyaman,” katanya.
Selain layanan kunjungan, delegasi penjara Malaysia juga diajak melihat langsung program pembinaan kemandirian warga binaan melalui green house yang dikelola di lingkungan Rutan Batam.
Di area tersebut, warga binaan melakukan berbagai aktivitas budidaya tanaman hortikultura sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan dan pemberdayaan. Program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan kemampuan praktis bagi warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan.
Delegasi tampak antusias menyaksikan hasil budidaya tanaman yang dikelola warga binaan. Mereka juga berdialog mengenai pola pembinaan, pengelolaan kegiatan, hingga manfaat program terhadap proses pembentukan karakter warga binaan.
Program pembinaan kemandirian dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke area pembinaan kerohanian. Program tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan di Rutan Batam dalam membangun mental spiritual serta membentuk karakter warga binaan menjadi lebih baik.
Dalam kesempatan itu, delegasi Malaysia mengapresiasi pendekatan pembinaan yang dilakukan Rutan Batam karena tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan pembinaan moral dan keagamaan.
Pembinaan kerohanian dinilai memiliki peran penting dalam membantu warga binaan menjalani proses introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta membangun kesiapan mental untuk kembali bersosialisasi di lingkungan masyarakat.
Setelah meninjau berbagai fasilitas dan program pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula Serbaguna Rutan Batam. Suasana penuh keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan eratnya hubungan baik antar kedua institusi.
Sebagai bentuk apresiasi dan simbol persahabatan, Rutan Batam menyerahkan plakat dan cendera mata kepada delegasi Malaysia. Salah satu cendera mata yang diberikan berupa miniatur kapal hasil karya warga binaan Rutan Batam.
Kerajinan tersebut menjadi simbol kreativitas dan hasil pembinaan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
Fajar mengatakan, karya-karya warga binaan merupakan bukti bahwa pembinaan yang tepat dapat mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan yang bernilai positif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga memiliki potensi dan kemampuan untuk berkarya apabila diberikan ruang pembinaan yang baik,” ujarnya.
Melalui kunjungan kerja tersebut, kedua institusi diharapkan dapat terus mempererat hubungan kerja sama serta saling bertukar pengalaman dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
Sinergi lintas negara di bidang pemasyarakatan dinilai penting untuk mendorong lahirnya sistem pembinaan yang lebih modern, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.










