Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Tanjungpinang AKBP Farouk Oktora memimpin upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (9/9/2026).
Peringatan Haornas menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan produktivitas masyarakat.
Dalam amanatnya, Farouk mengatakan bahwa pembangunan di bidang olahraga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Upaya membangun masyarakat yang sehat dan bugar tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau organisasi olahraga.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki peran penting sebagai penggerak utama dalam mendorong masyarakat agar menjalani kehidupan yang aktif dan sehat. Peran tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui penyediaan ruang publik dan fasilitas olahraga yang mudah dijangkau masyarakat.
Selain fasilitas olahraga, pemerintah daerah juga diharapkan menyediakan jalur yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berjalan kaki maupun bersepeda. Kehadiran sarana tersebut dinilai dapat mendorong masyarakat melakukan aktivitas fisik secara rutin.
“Olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik, maupun lingkungan keluarga,” kata Farouk.
Ia menjelaskan, olahraga perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh di berbagai lingkungan. Sekolah, misalnya, dapat berperan menanamkan kesadaran berolahraga sejak dini kepada para pelajar. Sementara itu, tempat kerja dapat mendorong pekerja menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik di tengah kesibukan.
Di tingkat desa dan kelurahan, kegiatan olahraga dapat dikembangkan melalui pemanfaatan lapangan, taman, serta ruang terbuka lainnya. Keluarga juga dinilai memiliki peran penting dalam membiasakan anggotanya untuk bergerak aktif dan menjaga pola hidup sehat.
Farouk menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan olahraga tidak hanya diukur berdasarkan banyaknya kegiatan atau kompetisi yang diselenggarakan. Hal yang lebih penting ialah perubahan perilaku masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Perubahan tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang aktif bergerak, rutin berolahraga, dan memiliki tingkat kebugaran yang lebih baik. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, masyarakat diharapkan mampu menjalankan aktivitas secara lebih produktif.
Peringatan Haornas 2026 juga membawa pesan mengenai pentingnya pembangunan olahraga yang inklusif dan berkeadilan. Artinya, seluruh lapisan masyarakat harus memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga tanpa dibatasi usia, kondisi sosial, maupun latar belakang.
Fasilitas dan program olahraga juga perlu dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Dengan demikian, olahraga benar-benar dapat menjadi bagian dari kehidupan bersama dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Di sisi lain, pembinaan olahraga prestasi harus tetap mendapatkan perhatian. Pembinaan atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pencarian bakat, pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga pemberian kesempatan untuk mengikuti kompetisi.
Meski demikian, olahraga prestasi tidak dapat dipisahkan dari budaya olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga, semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit atlet potensial.
“Prestasi olahraga juga harus kita dorong. Namun, kita harus ingat bahwa atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar berolahraga,” ujar Farouk.
Melalui peringatan Haornas 2026, seluruh elemen masyarakat diajak membangun budaya hidup aktif secara bersama-sama. Pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, dan keluarga mempunyai peran masing-masing dalam menggerakkan masyarakat.
Pemerintah dapat memperkuat kebijakan dan menyediakan fasilitas pendukung. Dunia pendidikan dapat membiasakan peserta didik berolahraga, sedangkan dunia usaha dapat membangun lingkungan kerja yang mendukung kesehatan dan kebugaran pegawai.
Organisasi olahraga dan komunitas juga dapat memperluas partisipasi masyarakat melalui kegiatan yang mudah diikuti. Adapun keluarga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan kebiasaan hidup aktif kepada anak-anak.
Menurut Farouk, berolahraga tidak selalu membutuhkan biaya besar, peralatan khusus, atau tempat tertentu. Masyarakat dapat memulainya melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau melakukan latihan fisik ringan secara rutin.
“Tidak perlu menunggu, tidak perlu mahal, tidak perlu rumit. Indonesia yang bugar tidak dibangun dari satu kementerian. Indonesia yang bugar dibangun dari seluruh bangsa,” tegasnya.
Farouk berharap semangat Haornas 2026 mampu mendorong perubahan budaya masyarakat, dari yang sebelumnya kurang bergerak menjadi lebih aktif. Kebiasaan aktif tersebut kemudian diharapkan meningkatkan kebugaran dan produktivitas.
Budaya olahraga juga diharapkan tidak hanya muncul ketika Haornas diperingati atau saat kegiatan tertentu diselenggarakan. Olahraga perlu dilakukan secara rutin agar manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bagi institusi kepolisian, kebugaran jasmani menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas. Kondisi tubuh yang sehat dan prima dibutuhkan agar setiap personel dapat memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat secara optimal.
Peringatan Haornas 2026 di Polresta Tanjungpinang ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai kebutuhan dan gaya hidup.
“Ayo bergerak, ayo berolahraga, ayo bugarkan Indonesia. Salam olahraga,” kata Farouk.














