Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang mengenalkan pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada siswa TK Kemala Bhayangkari 08 Tanjungpinang, Rabu (2/9/2026).
Edukasi tersebut dilaksanakan melalui program Polantas Karib Police Go to School di sekolah yang berlokasi di Jalan Sunaryo, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu menjadi bagian dari upaya kepolisian menanamkan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polresta Tanjungpinang memberikan pengetahuan dasar mengenai pentingnya tertib dan berhati-hati ketika berada di lingkungan jalan raya.
Pengenalan keselamatan sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif pada anak. Para siswa juga diharapkan mulai memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang penggunaannya harus memperhatikan aturan dan keselamatan.
Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang AKP Dhia Cynthia Siregar mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung aman dan lancar. Sosialisasi juga mendapat dukungan dari pihak sekolah.
“Melalui kegiatan Polantas Karib Police Go to School, kami memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa dan siswi TK Kemala Bhayangkari 08 Tanjungpinang,” ujar Dhia.
Menurut Dhia, pendidikan keselamatan berlalu lintas tidak hanya ditujukan kepada pengendara kendaraan bermotor. Anak-anak sebagai pejalan kaki dan penumpang kendaraan juga perlu mendapatkan pemahaman dasar sesuai dengan usia mereka.
Edukasi sejak dini dinilai penting karena anak-anak nantinya akan tumbuh menjadi bagian dari masyarakat yang beraktivitas di jalan raya. Pemahaman yang ditanamkan secara berkelanjutan diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran para siswa mengenai pentingnya ketertiban berlalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan,” kata Dhia.
Bangun kebiasaan tertib sejak dini
Dhia mengatakan, kebiasaan tertib berlalu lintas perlu dibangun melalui pendidikan yang dilakukan secara berulang. Lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam membantu anak memahami serta menerapkan perilaku yang mengutamakan keselamatan.
Melalui kegiatan tersebut, polisi hadir tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai pendidik dan mitra sekolah dalam menyampaikan pesan keselamatan.
Kehadiran personel kepolisian di sekolah diharapkan dapat membuat siswa semakin mengenal tugas polisi lalu lintas. Interaksi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak.
Program Police Go to School juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Upaya mencegah kecelakaan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan melalui pendidikan.
Karena itu, Satlantas Polresta Tanjungpinang berupaya menjangkau lingkungan pendidikan, termasuk sekolah tingkat taman kanak-kanak.
Materi keselamatan bagi anak-anak perlu disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami. Dengan pengenalan sejak awal, pesan mengenai kehati-hatian di jalan diharapkan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak juga diharapkan dapat membawa pesan keselamatan tersebut ke lingkungan keluarga. Peran orangtua diperlukan untuk memberikan contoh yang baik, terutama ketika mengantar dan menjemput anak di sekolah maupun saat berkendara bersama keluarga.
Perkuat sinergi dengan sekolah
Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah. Kerja sama itu dinilai penting untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di sekitar lingkungan pendidikan.
“Kami ingin membangun sinergi dengan pihak sekolah sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif di lingkungan sekolah,” ujar Dhia.
Lingkungan sekolah menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian karena terdapat aktivitas antar-jemput pada jam tertentu. Karena itu, kesadaran seluruh pihak diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan di sekitarnya.
Dhia menambahkan, kehadiran personel Satlantas di sekolah juga diharapkan dapat menjadi teladan dalam penerapan ketertiban berlalu lintas.
Personel kepolisian, menurut dia, harus menunjukkan sikap disiplin agar pesan keselamatan yang disampaikan kepada para siswa dapat diterima dan dipahami dengan baik.
“Kehadiran personel Satlantas di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi role model atau teladan dalam ketertiban berlalu lintas,” katanya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kasubnit 1 Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Tanjungpinang Aiptu Zulkifli Zaina.
Ia didampingi sejumlah personel Unit Kamsel, yakni Aipda Yuli Rafita, Brigpol Noza Atmaja, Brigpol Eka Suci Amelia, dan Bripda Putri Rahmawati.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti sosialisasi bersama para guru. Program itu ditutup setelah seluruh rangkaian edukasi selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar.
Satlantas Polresta Tanjungpinang berharap kegiatan serupa dapat membantu meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Pendidikan keselamatan yang dimulai sejak usia dini juga diharapkan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Melalui kolaborasi kepolisian, sekolah, guru, dan orangtua, kesadaran mengenai keselamatan di jalan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan secara konsisten agar tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.








