Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Polres Bintan mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal aksi damai Aliansi Nelayan Pesisir Kabupaten Bintan dan Lingga, Selasa (12/5/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas tambang pasir laut yang dinilai mengancam mata pencaharian nelayan.
Sebanyak 107 nelayan dari wilayah Bintan Timur dan Gunung Kijang bergerak dari Monumen Relief Kijang menuju Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.
Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana melalui jajaran personelnya menegaskan bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.
Di lapangan, personel kepolisian tampak aktif membangun komunikasi dialogis dengan peserta aksi sejak titik kumpul keberangkatan. Polisi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas kendaraan lori dan mobil pikap yang digunakan massa aksi agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Selain itu, petugas memastikan keselamatan peserta selama perjalanan menuju lokasi aksi di Tanjungpinang.
“Kami hadir untuk melayani. Tugas kami memastikan bapak-bapak nelayan dapat menyampaikan aspirasi dengan aman sampai tujuan dan kembali ke rumah dengan selamat,” ujar salah satu personel di lapangan.
Pengamanan dilakukan secara terpadu antara Polres Bintan dan Polresta Tanjungpinang. Sinergi tersebut membuat arus kendaraan di kawasan Simpang Dompak tetap berjalan lancar meski terjadi konvoi massa aksi.
Pendekatan humanis juga terlihat saat kepolisian memfasilitasi pertemuan antara koordinator aksi, Rudi Herdiawan, dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni.
Dalam dialog tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau merespons aspirasi nelayan dengan menjadwalkan audiensi lanjutan yang akan digelar di Kijang pada Rabu (13/5/2026).
Setelah menerima penjelasan dari pemerintah daerah, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aparat kepolisian tetap bersiaga hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Aksi damai yang berlangsung tanpa insiden itu pun mendapat apresiasi dari masyarakat dan pengguna jalan. Pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan aparat dinilai mampu menciptakan suasana aman selama penyampaian aspirasi berlangsung.









