Bintan, Jurnalkota.co.id
Kepolisian Resor (Polres) Bintan melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) menggelar Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Senin (28/9/2026).
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Dermaga Desa Kelong itu, sebanyak 177 sak beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
Setiap sak berisi lima kilogram beras dan dijual seharga Rp50.000. Dengan demikian, total beras yang dibawa dan disalurkan Satpolairud Polres Bintan dalam kegiatan tersebut mencapai 885 kilogram.
Penyaluran beras murah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres Bintan terhadap masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau. Lokasi tempat tinggal yang terpisah dari pusat perkotaan terkadang membuat masyarakat pesisir menghadapi keterbatasan dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Satpolairud Polres Bintan, Iptu Syafril. Sebelum berangkat menuju Desa Kelong, personel Satpolairud Polres Bintan terlebih dahulu melaksanakan apel pagi di Pelabuhan Pantai Indah.
Apel tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana angkut, serta beras SPHP yang akan dibawa ke lokasi penyaluran. Setelah seluruh persiapan selesai, para personel mengangkut beras menggunakan KM Costa I menuju Desa Kelong.
Perjalanan melalui jalur laut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena Desa Kelong berada di wilayah pesisir Kabupaten Bintan. Penggunaan kapal memungkinkan beras dibawa langsung ke lokasi sehingga masyarakat tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkannya.
Setibanya di Dermaga Desa Kelong, personel Satpolairud Polres Bintan langsung menurunkan seluruh beras dari kapal. Beras tersebut kemudian disiapkan untuk disalurkan kepada warga yang datang ke lokasi Gerakan Pangan Murah.
Selain membantu proses bongkar muat dan penyaluran, para personel juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Komunikasi tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengar kebutuhan dan kondisi warga pesisir sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Iptu Syafril mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Kegiatan itu diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, khususnya di tengah perubahan harga bahan pangan di pasaran.
“Kami ingin kehadiran Polri dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berupaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir,” kata Syafril.
Menurut dia, keberadaan personel kepolisian di kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan. Satpolairud juga memiliki ruang untuk menjalankan kegiatan sosial dan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Karena itu, penyaluran beras SPHP menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang dilakukan Polres Bintan. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berupaya berkontribusi dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.
Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga. Ketersediaan beras dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan dapat membantu masyarakat mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan lainnya.
Manfaat tersebut dinilai semakin penting bagi masyarakat pesisir yang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bergantung pada distribusi barang melalui jalur laut. Biaya angkut dan kondisi perjalanan dapat memengaruhi ketersediaan serta harga barang yang dijual di wilayah kepulauan.
Melalui mekanisme penyaluran langsung di dermaga desa, warga dapat memperoleh beras tanpa harus mendatangi pusat perdagangan yang berada jauh dari tempat tinggal mereka. Kegiatan ini sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap komoditas pangan yang dibutuhkan sehari-hari.
Gerakan Pangan Murah juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Interaksi langsung memungkinkan warga menyampaikan berbagai informasi, masukan, maupun persoalan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal.
Hubungan yang terjalin dengan baik antara masyarakat dan kepolisian merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Partisipasi warga diperlukan untuk membantu kepolisian mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya di kawasan pesisir yang memiliki karakteristik geografis berbeda dengan wilayah daratan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Satpolairud Polres Bintan bertanggung jawab menjaga keamanan di wilayah perairan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat pesisir. Kehadiran personel dalam Gerakan Pangan Murah menunjukkan bahwa pelayanan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.
Polres Bintan berharap penyaluran 177 sak beras SPHP ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kelong. Kendati jumlahnya terbatas, kegiatan tersebut diharapkan mampu membantu warga memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih ringan.
Kegiatan itu juga menegaskan komitmen Polres Bintan untuk menjalankan tugas kepolisian secara humanis. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kepolisian berupaya hadir, mendengar aspirasi, dan memberikan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kegiatan serupa, sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi warga, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Kabupaten Bintan.








