Lingga, Jurnalkota.co.id
Polres Lingga menginisiasi pengolahan 30 hektare lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif jagung pipil di Desa Bukit Belah, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Program ini digagas langsung oleh Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, dan dijalankan dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah daerah. Hingga kini, 10 hektare lahan telah digarap dan ditanami jagung, sementara 20 hektare sisanya akan dikembangkan secara bertahap.
“Ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi stabilitas bangsa. Kami berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga mendukung kemandirian pangan sebagai bentuk nyata pengabdian kepada negeri,” ujar AKBP Nababan, pada Sabtu 9 Agustus 2025.
Lahan yang digunakan merupakan milik warga atas nama Sahari. Penanaman dilakukan dengan pendekatan pertanian modern yang memperhatikan aspek produktivitas dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut AKBP Nababan, keterlibatan Polres dalam program ini bukan sebatas simbolik, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi kepolisian.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa tugas Polri hanya sebatas hukum dan keamanan. Kini, kami juga hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan strategis seperti krisis pangan,” katanya.
Empat hektare pertama telah ditanami varietas jagung pipil unggulan dengan produktivitas tinggi. Enam hektare lainnya dikelola dengan metode tanam baris berbasis konservasi lahan. Selain memperkuat pasokan pangan dan pakan ternak lokal, inisiatif ini juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Polres Lingga terlibat langsung di lapangan, mulai dari mendampingi petani, menyalurkan bantuan pupuk, hingga memastikan proses tanam berjalan sesuai prinsip pertanian berkelanjutan. Seluruh kegiatan dilakukan dengan semangat gotong royong bersama kelompok tani, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Pengolahan 30 hektare ini adalah komitmen jangka panjang. Kami akan terus mengawal hingga seluruh lahan bisa dimanfaatkan secara optimal,” tegas AKBP Nababan.
Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah pusat atau kementerian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Langkah Polres Lingga ini dinilai sebagai model kolaboratif yang bisa menjadi inspirasi daerah lain dalam memanfaatkan lahan tidak produktif demi memperkuat ketahanan pangan nasional.








