Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza menghadiri Syukuran Hari Marwah Rakyat Kepulauan Riau (Kepri) ke-24 yang disejalankan dengan kegiatan penulisan buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau, di Gedung Juang Yayasan BP3KR, Jalan Hang Tuah, Kota Tanjungpinang, Jumat (15/5/2026).
Peringatan Hari Marwah Kepulauan Riau setiap 15 Mei menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kepri. Pada tanggal tersebut, pembentukan Provinsi Kepulauan Riau resmi disahkan Pemerintah Pusat melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002, sekaligus menandai lahirnya Kepri sebagai provinsi ke-32 di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Raja Ariza menegaskan bahwa Hari Marwah Kepri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat atas perjuangan panjang para tokoh masyarakat, pejuang daerah, dan relawan yang telah mengorbankan tenaga serta pikiran demi terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau.
“Peringatan Hari Marwah Provinsi Kepri ini mengingatkan kita terhadap sejarah perjuangan para tokoh masyarakat dan relawan yang telah berjuang hingga terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Raja Ariza.
Menurut Raja Ariza, semangat perjuangan para pendahulu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
“Semangat perjuangan itu harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai motivasi untuk membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Raja Ariza juga mengapresiasi langkah Yayasan BP3KR yang menginisiasi penulisan buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, dokumentasi sejarah memiliki peran penting agar perjalanan panjang pembentukan daerah tidak hilang ditelan zaman.
“Penulisan buku sejarah ini menjadi langkah penting untuk mendokumentasikan perjuangan para pendiri dan tokoh masyarakat Kepri agar dapat diketahui serta dipahami oleh generasi penerus,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejarah tidak hanya berfungsi sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan refleksi dalam melanjutkan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Melalui buku sejarah ini, generasi muda dapat memahami nilai perjuangan, persatuan, dan semangat membangun daerah yang telah diwariskan para pendahulu,” lanjutnya.
Raja Ariza berharap momentum Hari Marwah Kepri dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi.
“Mari jadikan momentum Hari Marwah ini sebagai semangat bersama untuk terus memajukan Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi, demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan maklumat dari Yayasan BP3KR kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad yang diwakili Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pulut kuning sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan tersebut turut diperkenalkan tim penulis buku sejarah Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari Abdul Malik, Zamzami A. Karim, M. Syuzairi, Edy Akhyari, serta Ridarman Bay.








