Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kematangan emosional dan karakter yang kuat.
Menurut Raja Ariza, kemampuan mengendalikan emosi, menjaga perilaku, serta memegang teguh adab dan tanggung jawab menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kehidupan yang semakin cepat.
Hal itu disampaikan Raja Ariza saat memberikan pembekalan bertema “Revolusi Mental bagi Generasi Muda” kepada 56 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tanjungpinang 2026 di Hotel Alltrue Tanjungpinang, Kamis (13/8/2026) malam.
“Generasi kita tidak bisa hanya pintar. Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional harus selaras,” kata Raja Ariza.
Ia mengatakan, persiapan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berpikir. Sikap, perilaku, adab, tata krama, dan tanggung jawab juga harus dibentuk sejak dini.
Menurut dia, revolusi mental bukan sekadar mengubah pola pikir, melainkan harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Setiap perkataan, lanjutnya, harus sejalan dengan perbuatan.
“Yang paling penting adalah membekali generasi muda agar memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang seimbang. Kata-kata harus sejalan dengan tindakan,” ujarnya.
Raja Ariza menilai keseimbangan tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Berbagai kemudahan digital membuat informasi dan beragam layanan dapat diakses hanya melalui sentuhan jari.
Namun, kemudahan itu juga membawa tantangan. Generasi muda dituntut mampu mengendalikan diri sekaligus menyaring informasi dan berbagai pengaruh yang diterima melalui ruang digital.
“Teknologi memang membawa kemajuan, tetapi bisa berdampak negatif apabila kita tidak memiliki koridor dalam bertingkah laku. Agama menjadi kekuatan bagi kita,” ucapnya.
Ia menyebut generasi muda saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari budaya serba instan, ketergantungan terhadap pengakuan orang lain, penyebaran informasi bohong atau hoaks, hingga rendahnya kemampuan berpikir kritis.
Karena itu, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan karakter agar pemanfaatan teknologi tidak justru membawa pengaruh buruk.
Raja Ariza juga menekankan pentingnya membangun nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diterapkan hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, generasi muda perlu memiliki pola pikir progresif dan tidak sekadar menunggu datangnya kesempatan. Mereka harus berani mencoba, tidak takut menghadapi kegagalan, mampu menciptakan solusi, dan terbuka untuk berkolaborasi.
“Jangan menunggu peluang, tetapi carilah peluang. Jangan takut gagal,” pesannya.
Raja Ariza berharap 56 calon Paskibraka Kota Tanjungpinang mampu menjadi bagian dari generasi yang terus belajar, menjaga kedisiplinan, menghasilkan karya, dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat.
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berintegritas dan berkarakter.
“Perubahan besar dimulai dari diri sendiri. Jangan berhenti belajar dan teruslah berbuat kebaikan,” ujar Raja Ariza.








