Raja Ariza: Inflasi Terkendali, Warga Tak Rasakan Lonjakan Harga Signifikan

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Bahkan, kota ini mencatat deflasi pada Maret 2026 di tengah tren inflasi nasional.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan kondisi inflasi daerah masih terkendali dan tidak menimbulkan gejolak berarti di masyarakat.

“Selama Ramadan hingga Lebaran, tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat. Kenaikan harga masih dalam batas wajar karena pasokan barang tetap terjaga,” kata Raja Ariza dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD di Kantor Wali Kota, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, stabilitas harga tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga lembaga keuangan.

Raja Ariza mengapresiasi peran Bea Cukai, Kejaksaan, Polresta Tanjungpinang, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan yang turut menjaga distribusi barang dan kestabilan harga di pasaran.

“Kita bersyukur, berkat sinergi dan pengawasan bersama, tidak terjadi penimbunan barang sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” ujarnya.

Deflasi di Tengah Inflasi Nasional

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang mencatat, pada Maret 2026 terjadi deflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (month-to-month).

Kepala BPS Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menjelaskan deflasi ini terjadi di tengah inflasi nasional yang mencapai 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.

Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang masih berada dalam kondisi terkendali, dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 3,98 persen.

“Angka ini masih dalam rentang yang aman dan terkendali,” ujar Yulia.

Komoditas Penyumbang Deflasi dan Inflasi

BPS mencatat, deflasi pada Maret dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas, seperti cabai merah, angkutan udara, ikan segar, serta bawang merah.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi turut memberikan andil terhadap terjadinya deflasi.

Namun demikian, beberapa komoditas masih memberikan tekanan terhadap inflasi, di antaranya beras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi.

Secara tahunan, inflasi Tanjungpinang sebesar 3,98 persen masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, disusul sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

Posisi Inflasi Tanjungpinang

Dari sisi regional, posisi inflasi Tanjungpinang tergolong moderat. Kota ini berada di peringkat ke-16 dari 41 kabupaten/kota di Sumatera, serta peringkat ke-43 dari 150 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional.

Pemerintah daerah memastikan akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, termasuk operasi pasar dan pasar murah.

Raja Ariza menegaskan, pengawasan terhadap komoditas strategis akan terus dilakukan, terutama menjelang periode-periode rawan kenaikan harga.

“Ke depan, kami terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan dan energi, agar stabilitas inflasi tetap terjaga,” katanya.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *