Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza meluncurkan Gerakan Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan atau Tanjak Pangan untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam membeli, menyimpan, dan mengonsumsi makanan.
Peluncuran berlangsung bersamaan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46 di halaman Masjid Al Iltizam, Jalan Garuda, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026).
Raja Ariza mengatakan, upaya memperkuat ketahanan pangan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat dapat mengambil peran melalui kebiasaan sederhana dalam mengelola kebutuhan pangan sehari-hari.
“Menjaga ketahanan pangan harus dimulai dari cara kita memperlakukan makanan setiap hari. Kita dapat memulainya dengan merencanakan kebutuhan, belanja secukupnya, dan menyimpan bahan pangan dengan benar,” kata Raja Ariza.
Ia juga mengingatkan warga untuk menyesuaikan porsi makanan dengan kemampuan mengonsumsinya. Kebiasaan mengambil makanan secara berlebihan perlu dihindari agar tidak berakhir menjadi makanan yang terbuang.
“Saat mengambil makanan untuk dikonsumsi, agar ambil secukupnya saja sesuai kemampuan kita, jangan mubazir dan membuang-buang makanan,” ujarnya.
Melalui Gerakan Tanjak Pangan, Raja Ariza mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap pangan sejak dari rumah. Perencanaan kebutuhan, kebiasaan berbelanja secukupnya, dan penyimpanan bahan pangan menjadi langkah awal yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Ajakan tersebut juga menekankan pentingnya menghargai makanan yang sudah tersedia. Kepedulian terhadap ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui cara masyarakat memanfaatkan bahan makanan dan menghindari pemborosan.
Raja Ariza berharap peluncuran gerakan itu diikuti tindakan yang konsisten. Kebiasaan bijak dalam memperlakukan makanan perlu terus dipelihara agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Jadikan peluncuran Gerakan Tanjak Pangan hari ini sebagai tindakan yang konsisten, agar kepedulian terhadap pangan tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan gerakan tersebut, ia meminta pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan komunitas saling mendukung. Kolaborasi diperlukan agar pesan mengenai pengelolaan pangan dapat diterapkan di berbagai lingkungan.
“Pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan komunitas perlu saling mendukung agar gerakan Tanjak Pangan ini dapat terus berjalan,” ujar Raja Ariza.
Keterlibatan berbagai pihak menjadi perhatian karena kebiasaan mengelola makanan berlangsung di banyak tempat, mulai dari rumah tangga hingga tempat usaha. Karena itu, gerakan mengurangi pemborosan pangan perlu dijalankan bersama sesuai peran masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan, ketahanan pangan perlu diperkuat dengan kebiasaan menghargai dan memanfaatkan makanan secara bijak.
Menurut Robert, pengurangan pemborosan perlu dimulai dari lingkungan rumah tangga sekaligus diterapkan pada kegiatan penyediaan dan pengelolaan makanan dalam skala yang lebih luas.
Ia menyebut satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), sekolah, hotel, restoran, katering, dan usaha ritel sebagai pihak yang perlu turut mengambil peran dalam upaya tersebut.
“Jadikan kebiasaan bijak pangan sebagai gerakan bersama yang bisa terus dilaksanakan,” kata Robert.
Pesan itu sejalan dengan ajakan Raja Ariza agar kepedulian terhadap pangan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Melalui keterlibatan rumah tangga, lembaga, dan pelaku usaha, Gerakan Tanjak Pangan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Raja Ariza kepada perwakilan yang mendukung Program Tanjak Pangan.
Selain itu, masyarakat menerima bibit cabai secara gratis. Penyerahan penghargaan dan pembagian bibit tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan agenda Gerakan Pangan Murah dengan ajakan untuk menjaga serta memanfaatkan pangan secara bijak.













