Karimun, Jurnalkota.co.id
Semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an menggema di Masjid Islamic Centre Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, saat ratusan masyarakat mengikuti Tabligh Akbar bertajuk “Kundur Menghafal Al-Qur’an”, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani di Pulau Kundur.
Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan dari berbagai wilayah di Pulau Kundur. Mereka terdiri atas anak-anak, remaja, orang tua, para santri, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang ingin mengikuti rangkaian tabligh akbar. Antusiasme peserta terlihat dari penuhnya ruang utama masjid yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Konsisten Sedekah Indonesia, Yakesma Kepri, Syaamil Qur’an, Kundurian, dan Himpunan Mahasiswa Kundur (HIMK). Sinergi berbagai lembaga tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat serta membangun budaya menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang penuh kekhusyukan. Masjid Islamic Centre Kundur yang memiliki arsitektur bernuansa Melayu dipenuhi peserta yang mengenakan busana muslim. Para santri dan santriwati tampak duduk rapi mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.
Ketua Panitia, Hafizd Bayu Pratama, mengatakan tabligh akbar ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama untuk memperbanyak para penghafal Al-Qur’an di Pulau Kundur.
Menurutnya, membangun generasi Qur’ani merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi berbagai lembaga dan dukungan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadirkan program-program pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan.
“Kami ingin Kundur melahirkan lebih banyak lagi para hafidz dan hafidzah. Semoga melalui tabligh akbar ini lahir semangat baru untuk bersama-sama menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujar Hafizd dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan motivasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus sumber inspirasi dalam membangun karakter yang berakhlak mulia.
Perwakilan Konsisten Sedekah Indonesia dan Yakesma Kepri dalam kesempatan itu juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga sosial, komunitas, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi Qur’ani.
Menurut mereka, pembinaan terhadap anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan keterlibatan keluarga dan masyarakat agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Syaamil Qur’an turut memberikan edukasi mengenai metode menghafal Al-Qur’an yang mudah, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan usia anak. Materi tersebut mendapat perhatian dari para orang tua yang hadir karena dinilai dapat membantu mendampingi anak dalam proses menghafal Al-Qur’an di rumah.
Rangkaian tabligh akbar diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengangkat keutamaan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga mendapatkan motivasi untuk membiasakan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Suasana semakin khidmat ketika sejumlah penghafal cilik tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan para jamaah. Penampilan mereka mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari peserta yang hadir, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mulai menghafal Al-Qur’an.
Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme jamaah terlihat begitu tinggi. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib hingga selesai. Banyak di antara mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi wadah pembinaan keislaman bagi masyarakat Pulau Kundur.
Para penyelenggara menilai, gerakan menghafal Al-Qur’an perlu terus diperkuat agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Diperlukan program pembinaan yang berkesinambungan sehingga lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap Islamic Centre Kundur dapat berkembang menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang aktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Pulau Kundur diharapkan mampu melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Tabligh Akbar “Kundur Menghafal Al-Qur’an” menjadi bukti bahwa semangat membangun masyarakat yang religius dapat tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, gerakan mencintai dan menghafal Al-Qur’an diharapkan terus berkembang sehingga melahirkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.










