Realisasi Investasi di Lebak Capai Rp923 Miliar pada Januari–September 2025

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada periode Januari–September 2025 mencapai Rp923 miliar. Capaian ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Kami optimistis target investasi 2025 sebesar Rp1 triliun dapat tercapai hingga akhir tahun,” ujar Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2025).

Dari total Rp923 miliar tersebut, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp790 miliar, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp132 miliar.

Realisasi investasi itu turut menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 4.538 orang dan tenaga kerja asing (TKA) 12 orang. Seluruhnya tersebar di 297 perusahaan dan 2.094 proyek. Menurut Robertus, penyerapan tenaga kerja lokal berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mempercepat penurunan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 Tahun 2025.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus memberikan kemudahan perizinan dan nonperizinan melalui DPMPTSP untuk mendorong masuknya investasi baru, baik PMDN maupun PMA.

“Kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Robertus.

Ia menjelaskan bahwa realisasi Rp923 miliar berasal dari capaian semester I senilai Rp272 miliar, semester II Rp273 miliar, dan semester III Rp377 miliar.

Dari sisi hilirisasi, investasi pada Januari–September masing-masing meliputi komoditas perkebunan dan kehutanan Rp45 miliar, perikanan dan kelautan Rp9 miliar, serta mineral Rp2 miliar.

Adapun kontribusi sektor pada periode yang sama terdiri dari sektor primer sebesar Rp133 miliar (14 persen), sekunder Rp196 miliar (22 persen), dan tersier Rp593 miliar (64 persen).

Pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan sejumlah instansi untuk meningkatkan sosialisasi dan menarik minat investor, mengingat Kabupaten Lebak memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti pertambangan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, hingga pariwisata.

Selain kekayaan alam, Lebak didukung sarana prasarana strategis, seperti Jalan Tol Serang–Panimbang serta Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang.

“Dengan adanya proyek strategis nasional (PSN), Lebak semakin dilirik investor dari Jakarta, terutama untuk pengembangan perumahan di kawasan Maja, Curugbitung, dan Rangkasbitung,” ujar Robertus.

Sejumlah negara tercatat menanamkan modalnya di Lebak, yakni Korea Selatan (Rp57 miliar), Malaysia (Rp53 miliar), Singapura (Rp17 miliar), Tiongkok (Rp2 miliar), dan Thailand (Rp1 miliar).

Adapun subsektor dengan nilai investasi terbesar meliputi transportasi dan telekomunikasi Rp253 miliar; perumahan, kawasan industri, dan perusahaan Rp133 miliar; perdagangan dan reparasi Rp87 miliar; perikanan Rp68 miliar; serta industri lainnya Rp61 miliar.

“Kami berharap meningkatnya nilai investasi dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Robertus.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

 

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed