Realisasi Investasi di Lebak Tembus Rp580 Miliar pada Triwulan I 2026

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Nilai realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten, pada triwulan I 2026 atau periode Januari-Maret mencapai Rp580 miliar. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp282 miliar atau mencapai 206 persen.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, mengatakan capaian investasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Kami meyakini nilai investasi itu dapat menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” kata Robertus di Lebak, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, nilai investasi sebesar Rp580 miliar tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut dia, berkomitmen menjadikan daerahnya sebagai tujuan investasi dengan mengoptimalkan promosi ke berbagai daerah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Robertus, masuknya investasi diyakini dapat membantu penyerapan tenaga kerja serta mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Karena itu, pihaknya berharap Kabupaten Lebak semakin diminati investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Selama ini nilai investasi di Kabupaten Lebak masih relatif kecil dibandingkan Tangerang Raya, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon,” ujarnya.

Padahal, menurut dia, Kabupaten Lebak memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, peternakan, hingga pertambangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyediakan kawasan industri seluas 10.000 hektare yang tersebar di 13 kecamatan dan terkoneksi dengan Jalan Tol Rangkasbitung-Serang.

“Kami sudah menyediakan lahan untuk kawasan industri seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 13 kecamatan,” kata Robertus.

Ia menambahkan, realisasi investasi triwulan I 2026 terdiri atas PMDN sebesar Rp444 miliar dan PMA sebesar Rp136 miliar. Investasi tersebut menyerap 2.856 tenaga kerja lokal dari 664 proyek yang dijalankan oleh 212 perusahaan.

Adapun sektor terbesar penyumbang investasi yakni transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp155 miliar. Disusul sektor gas, listrik, dan air sebesar Rp126 miliar.

Kemudian sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp98 miliar, hotel dan restoran Rp55 miliar, serta industri logam dasar dan barang logam bukan mesin sebesar Rp29 miliar.

Sementara itu, investasi PMA terbesar berasal dari Singapura senilai Rp65 miliar, Tiongkok Rp30 miliar, Amerika Serikat Rp26 miliar, Korea Selatan Rp7 miliar, serta Malaysia dan Inggris masing-masing Rp5 miliar.

“Kami memberikan kemudahan proses perizinan bagi investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak, dan juga menjamin keamanannya,” ujar Robertus.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed