Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Ribuan warga memadati arena utama pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026) malam. Perhelatan keagamaan terbesar di Provinsi Riau itu berlangsung semarak dengan memadukan syiar Islam, budaya Melayu, dan beragam pertunjukan seni yang memukau masyarakat.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Riau mulai berdatangan untuk menyaksikan rangkaian pembukaan MTQ. Antusiasme warga terlihat hingga acara berakhir, meski pembukaan resmi dilakukan secara virtual oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Sebelumnya, Menteri Agama telah lebih dahulu berada di Kabupaten Kuantan Singingi untuk mengikuti sejumlah agenda. Di antaranya melepas Pawai Ta’aruf, Pawai Perahu Hias, menyaksikan tradisi Pacu Jalur, mengunjungi Bazar MTQ, serta menyerahkan penghargaan kepada sejumlah bupati dan wali kota di Provinsi Riau.
Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau disaksikan langsung oleh masyarakat melalui tayangan video dan dipimpin oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, didampingi Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Seluruh rangkaian acara juga disiarkan secara langsung oleh TVRI Riau.
Dalam sambutannya, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby mengatakan penyelenggaraan MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al Quran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman yang berjalan selaras dengan pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, Kabupaten Kuantan Singingi memiliki identitas yang menggambarkan harmonisasi antara budaya dan agama melalui jargon “Siang Bapacu, Malam Mengaji.”
“Di Kuantan Singingi kami memiliki jargon Siang Bapacu, Malam Mengaji. Ini menjadi identitas sekaligus bukti bahwa budaya dan syiar Islam berjalan beriringan,” ujar Suhardiman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ ke-44 Provinsi Riau.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Riau, seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kementerian Agama kabupaten/kota, Dewan Hakim, TNI, Polri, Kejaksaan, media massa, TVRI, para relawan, hingga seluruh masyarakat yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Suhardiman juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan MTQ masih terdapat kekurangan dalam memberikan pelayanan kepada para tamu maupun peserta.
Di sela-sela kegiatan, sejumlah kepala daerah turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ tahun ini. Bupati Siak Afni, Bupati Bengkalis Kasmarni, Bupati Pelalawan Zukri, serta Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menilai penyelenggaraan MTQ di Kabupaten Kuantan Singingi berjalan baik dan menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Riau.
“Setiap pelaksanaan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang terpenting, seluruh pihak telah berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan Riau,” ujar para kepala daerah tersebut.
Kemegahan pembukaan MTQ semakin terasa dengan kehadiran ratusan pemangku adat Kuantan Singingi yang mengenakan pakaian adat Melayu. Mereka ikut menyemarakkan prosesi pembukaan sebagai simbol kuatnya pelestarian budaya daerah.
Berbagai pertunjukan turut menghibur masyarakat, mulai dari penampilan Marching Band Pondok Pesantren Imam Saleh Inuman, tari kolosal yang melibatkan ratusan penampil, hingga pertunjukan tata cahaya yang menghiasi panggung utama.
Suasana semakin semarak dengan dekorasi bernuansa Melayu yang menampilkan ornamen Jalur, taman tematik, serta replika kubah yang mempercantik kawasan arena MTQ.
Puncak kemeriahan malam pembukaan ditandai dengan pelepasan ratusan lampion oleh para relawan yang menerangi langit Teluk Kuantan. Momen tersebut disambut tepuk tangan ribuan pengunjung dan menjadi penutup rangkaian pembukaan MTQ Ke-44 Provinsi Riau yang berlangsung penuh khidmat, meriah, serta sarat pesan persatuan, kebersamaan, dan syiar Islam.












